Blak-blakan, Malut United Bongkar Dosa Besar Imran dan Yeyen

Pelatih Malut United, Imran Nahumarury
Sumber :
  • ligaindonesiabaru.com

VoxPop – Manajemen Malut United akhirnya buka suara soal pemecatan dua figur penting di tubuh klub: pelatih kepala Imran Nahumarury dan Direktur Teknik Yeyen Tumena. Keduanya resmi diberhentikan usai terseret dalam dugaan pelanggaran serius yang mengguncang internal klub.

img_title Daftar Klub Indonesia yang Ajukan Ganti Nama untuk Musim Depan

Dalam konferensi pers yang digelar di Ternate, Selasa, Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, menjelaskan bahwa keputusan berat ini diambil demi menjaga integritas klub. Ia menegaskan, pemecatan dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan atas dasar temuan pelanggaran fatal.

Asghar mengungkapkan bahwa manajemen menemukan praktik-praktik menyimpang yang dilakukan Imran dan Yeyen. Salah satunya adalah pemotongan gaji pemain serta pengambilan fee dari dua pemain asing. Lebih parah lagi, hampir seluruh pemain lokal mengaku dimintai uang agar bisa dimainkan.

img_title Mantan Mesin Gol Liga Belanda Resmi Gabung PSIM Yogyakarta

“Kami kecewa berat. Ada pemain yang mengaku harus menyetor uang agar bisa bermain. Fee pemain juga diambil. Ini jelas melanggar etika profesional,” ujar Asghar, dikutip dari Antara.

Menurutnya, kedua sosok ini sempat diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Bahkan, mereka mendapat kenaikan kompensasi hingga 300 persen saat tim naik kasta dari Liga 2 ke Liga 1. Tapi kepercayaan itu justru dikhianati.

img_title Shin Tae-yong Ungkap Rahasia Membangun Persija

Asghar menegaskan bahwa fokus tim kini tertuju pada pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta yang akan dimulai 27 Juli 2025, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Liga 1 awal Agustus mendatang. Namun, manajemen tidak bisa menutup mata atas apa yang terjadi di balik layar.

“Energi kami sedang tercurah untuk TC. Tapi kami tidak bisa biarkan praktik seperti ini berlangsung. Ini merusak nilai-nilai klub,” tegasnya.

Imran Minta Maaf, Yeyen Masih Bungkam

Berbeda sikap ditunjukkan kedua tokoh yang dipecat. Imran Nahumarury disebut telah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada manajemen. Dalam surat itu, ia mengakui kesalahan dan berjanji tak akan mengulanginya.

“Imran sudah minta maaf dan berjanji tak memperpanjang masalah di media. Kami terima dengan lapang dada dan jadikan ini pelajaran,” kata Asghar.

Namun, hal berbeda ditunjukkan Yeyen Tumena. Hingga saat ini, eks Direktur Teknik tersebut belum memberikan klarifikasi ataupun permintaan maaf. Manajemen pun mempertimbangkan membawa kasus ini ke ranah hukum maupun ke PSSI.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut