Harapan Bangkitnya Sepakbola Nasional dari Papua
- VoxPop.co.id/Riki Ilham Rafles
Dia mengatakan memiliki pengalaman yang amat menyentuh. Perempuan kelahiran 31 tahun silam tersebut bahkan sampai berkaca-kaca karena terharu melihat akhirnya penampilan anak-anak tersebut sukses ‘membius’ para penonton.
"Saya sampai tidak kuat menahan air mata, karena saya yang aktif mengumpulkan anak-anak ini dari awal," ucap Tisha.
Seperti halnya dengan Tisha, anak-anak yang menari tentu juga memiliki kebanggaan tersendiri. Menjadi bagian dari momentum kebangkitan sepakbola nasional yang dimulai dari Tanah Papua menjadi catatan sejarah masing-masing dari mereka kelak.
Sempritan Jokowi
Acara pembukaan TSC kali ini memang berjalan di luar skenario awal. Tadinya, pembukaan akan diawali dengan pidato Presiden RI Joko Widodo. Namun, karena halangan penerbangan, posisi Presiden digantikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Dalam sambutannya itu, Gatot mengungkapkan, penunjukkan Papua sebagai lokasi pembukaan TSC tak lepas dari instruksi Presiden. Jokowi dikatakannya memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan sepakbola di Papua, yang memang kerap menyumbangkan talenta berbakat ke tim nasional.
"Atas petunjuk Presiden dan karena beliau memiliki perhatian khusus kepada Papua, maka pertandingan pembukaan dilakukan di Jayapura," tutur Gatot.
Sekitar pukul 23.10 WIT, lampu iring-iringan Presiden tampak dari tribun stadion. Para penonton yang melihat hal itu langsung bertepuk tangan, dan meneriakkan nama Jokowi.
Sambutan positif itu berlanjut ketika orang nomor satu di negeri ini berada di kursinya. Sebelum duduk, pria asal Solo, Jawa Tengah itu melambaikan tangan ke arah penonton. Dari layar lebar yang ada di stadion, tampak Jokowi tersenyum gembira mendapat sambutan luar biasa dari para penonton.
Saat Jokowi datang, para pemain kedua kesebelasan sedang berada di ruang ganti dan bersiap menjalani paruh kedua pertandingan. Tak ingin kehilangan momen, di mana biasanya Presiden membuka tendangan seremoni, ketika itu muncul inisiatif lain.
Jokowi turun ke pinggir lapangan diiringi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Jokowi memegang peluit di tangan kiri, kemudian meniupnya sebagai tanda babak kedua dimulai.
