Deretan Fakta Klub Milik Bos Djarum yang Jauhi Zona Degradasi, Bangkit dari Ketinggalan
- Como 1907
Monza, VoxPop – Klub sepak bola milik salah satu konglomerat ternama Indonesia, pemilik grup Djarum, Como 1907 kembali jadi sorotan setelah berhasil bangkit dalam lanjutan Serie A di U Power Stadium, Sabtu 5 April 2025.
Performa yang sempat terseok di awal musim kini menunjukkan tren positif yang membuat banyak pihak terkejut. Lantas, deretan fakta apa saja yang terjadi?
Dirangkum VoxPop Senin, 7 April 2025, berikut i deretan fakta menarik di balik kebangkitan Como 1907 yang berhasil menjauh dari ancaman degradasi, salah satunya bangkit dari ketinggalan.
1. Hasil Pertandingan Positif
Baru-baru ini Como 1907 menang melawan Monza dengan poin 3-1 yang digelar di U Power Stadium, Sabtu 5 April 2025. Dalam pertandingan ini, klub milik Bos Djarum itu menyamakan kedudukan 11 menit kemudian, ketika Jonathan Ikone menerobos masuk dari sisi kanan melewati dua pemain bertahan dan melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang.
Pertandingan tersebut membawa mereka menjauh dari zona merah dan kini berada di posisi yang relatif aman.
2. Konsistensi Pelatih
Pelatih Como 1907 saat ini diketahui adalah Cesc Fabregas. Ia ditunjuk sebagai pelatih secara penuh. Ia diikat kontrak empat tahun oleh klub Serie A milik konglomerat asal Indonesia itu.
"Como 1907 dengan senang hati mengonfirmasi bahwa Cesc Fabregas akan menjadi pelatih kepala tim putra dengan kontrak empat tahun," kata Como dalam sebuah pernyataan resmi.
"Penunjukan ini dilakukan setelah kesuksesan musim lalu sebagai pelatih interim dan asisten pelatih yang berujung kepada promosi ke Serie A." tambahnya.
3. Sempat Alami Keterpurukan
Como 1907 saat menghadapi AS Roma di Serie A
- instagram.com/comofootball
Klub milik keluarga Djarum, Como 1907 berhasil membungkam klub milik keluarga Silvio Berlusconi, yakni AC Monza dengan skor telak 1-3. Mereka diketahui sempat alami keterpurukan.
Hal itu melalui pertandingan AC Milan vs Como 1907 dalam lanjutan Serie A yang sempat tertinggal dan berakhir skor 2-1. Hasil buruk yang menimpa klub milik orang Indonesia dari Djarum Group tersebut cukup disesali oleh sang pelatih.
Fabregas mengakui bahwa dirinya adalah pecundang di laga tersebut. Pelatih asal Spanyol tersebut memang melihat anak asuhnya bermain baik sepanjang pertandingan.
