5 Fakta Menarik Karim Benzema, Pencetak Gol Tercepat dalam El Clasico
- Instagram/@laliga
VoxPop – Karim Mostafa Benzema merupakan pemain andalan Real Madrid di lini tengah. Pemain internasional Prancis ini bergabung dengan Madrid sejak 2009 lalu.
Benzema mendarat di Santiago Bernabeu dari Lyon dengan nilai transfer €35 juta (sekitar Rp554 miliar). Ketika itu Benzema diikat kontrak selama enam tahun.
Saat remaja Benzema berlatih bersama akademi Lyon pada 1997. Tahun 2004, ia kemudian promosi untuk membela tim senior Lyon.
Di Lyon, Benzema tampil 112 kali dengan mencetak 43 gol. Bersama Lyon, Benzema memberikan empat gelar juara Ligue 1 secara beruntun (2004/2005, 2005/2006, 2006/2007 dan 2007/2008).
Sedangkan bersama Los Blancos ia meraih dua gelar LaLiga (2011/2012 dan 2016/2017). Kemudian empat trofi Liga Champions (2013/2014, 2015/2016, 2016/2017 dan 2017/2018).
Berikut 5 Fakta menarik Benzema, dalam rilis yang diterima VoxPop:
1. Ia merupakan salah satu dari lima pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Champions
Nama Benzema mungkin tidak langsung terlintas di pikiran Anda saat mengingat pencetak gol terbanyak di Liga Champions, tetapi pemain asal Prancis tersebut memiliki catatan impresif, yakni 64 gol dari 119 penampilan. Ia mencetak 12 gol bagi klub pertamanya, Lyon, sebelum mencetak 52 gol bagi Real Madrid sejak 2009. Saat ini, Benzema berada di posisi keempat bersama Robert Lewandowski, hanya berada di belakang legenda LaLiga seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Raúl Gonzalez.
2. Ia mencetak gol tercepat dalam sejarah El Clásico
Benzema hanya membutuhkan 22 detik untuk mencetak gol di pertandingan LaLiga antara Real Madrid dan Barcelona Desember 2011, menjadikannya pencetak gol tercepat dalam sejarah El Clásico. Sejak tahun 2009 ia mencetak 9 gol melawan Barcelona, menempatkan dirinya di posisi keempat pada peringkat pencetak gol yang masih aktif bermain, dibawah Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Luis Suárez.
3. Ia bisa saja bermain bagi Aljazair
Benzema lahir di Prancis, tetapi ia memiliki darah keturunan Aljazair, dan ia bisa saja bermain bagi tim nasional Aljazair. Faktanya, federasi sepak bola Aljazair pernah membujuknya saat dia mulai terkenal. Ia kemudian memilih Prancis dan mencatatkan 81 penampilan bagi tim berjuluk Les Bleus sampai penampilan terakhirnya pada tahun 2015.
