5 Bintang Muslim Eropa yang Layak Jadi Panutan
- https://twitter.com/LFC
VoxPop.co.id – Saat ini, pesepakbola Muslim yang tampil di kompetisi Eropa semakin banyak. Mereka dengan teguh menjalankan keyakinannya meskipun hidup menjadi minoritas.
Kisah mengenai pesepakbola Muslim di Eropa seringkali kita dengar. Ada yang tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan saat kompetisi sedang padat. Atau yang dengan tegas menolak minum minuman keras.
Selain itu, ada juga pemain Muslim yang memiliki cerita menarik di luar sepakbola. Seperti Abou Diaby yang hafal 19 juz Al Quran, atau Sadio Mane yang ternyata anak dari Imam Masjid.
Berikut kami bahas satu persatu kami bahas pemain Muslim yang layak menjadi panutan:
1. Abou Diaby (hafal 19 juz Al Quran)
Diaby merupakan pemain yang sempat lama berkarier di Arsenal. Setelah 10 musim membela The Gunners, pemain 30 tahun ini kini membela Olympique Marseille.
Di tengah-tengah kesibukan sebagai pemain bola, ternyata Diaby tak melupakan ajaran agamanya. Pada 2013 lalu, dia diketahui sudah hafal Al Quran 19 juz. Seiring berjalan waktu, bukan tak mungkin hafalan Diaby telah bertambah.
Diaby diketahui hafal Quran, setelah adanya perbincangan seorang pengajar Akidah Universitas Ebrahim, Mufti Muhammad dengan Diaby. Mereka berbincang lewat akun Twitter. Tak hanya hafal, suara Diaby saat melantunkan Quran juga tergolong indah.
"Sedang berbincang dengan pemain Arsenal, Abou Diaby di Universitas Ebrahim malam ini. Dia hafal 19 juz Al-Quran," ungkap ulama besar Inggris tersebut seperti dikutip The Mirror.
Sampai saat ini, Diaby terus menunjukkan kecintaannya pada Al Quran. Lewat Twitter, dia beberapa kali menuliskan potongan ayat Kalam Illahi tersebut.
Selanjutnya: pemain ini kuasai 6 bahasa
2. Miralem Pjanic (Kuasai 6 Bahasa)
Jika Diaby bisa menghapal Quran, pemain Muslim lainnya, Miralem Pjanic punya kemampuan yang tak kalah istimewa. Gelandang Juventus ini menguasai 6 bahasa sekaligus.

Seperti dilansir Forza Roma, dalam sebuah kanal khusus YouTube, terungkaplah kehebatan Pjanic. Pemain 26 tahun ini menguasai enam bahasa sekaligus. Selain bahasa ibunya, Bosnia, dia juga menguasai lima bahasa yang lain.
“Bahasa Jerman, Luxemburg, Prancis, Italia, Bosnia, Inggris,” kata Pjanic mengenai kemampuan berbahasanya.
