Ilmuwan Indonesia Bikin Aplikasi Deteksi Penyakit Jantung
- VoxPop.co.id/Dwi Royanto
"Tingkat akurasinya aplikasi ini mencapai 95 persen dari data yang memverifikasi. Tapi saat ini pengunjung baru 400 orang per bulan. Selain baru di-launching, kami belum menggencarkan (sosialisasi) itu," kata peraih gelar doktor pada Universitas Angkatan Bersenjata di Hamburg, Jerman, itu.
Berkat kecerdasannya, Eko kini menjabat Direktur Pusat Penelitan Jantung di Malaysia. Selama di Malaysia, lebih 30 paten telah didaftarkan dari hasil penemuan biomedis. Dia juga telah membuat sebuah alat pembantu diagnosis perkembangan anak. Alat berupa boneka itu dinamai Smart Doll, yang dilengkapi berbagai sensor ajaib melihat kemampuan anak.
Eko juga membuat USG untuk bidan, Smart Mobile Telemedicine, Alzheimer Early Detector, Cervical Cancer Early Detector. Dia masih dalam proses menyelesaikan prototipe jantung tiruan untuk manusia.
Di Indonesia, Eko juga aktif dalam berbagai kegiatan profesional lintas kementerian. Mulai menjabat Ketua Kelompok Kerja Nasional Komersialisasi Teknologi Indonesia di Kementerian Keuangan, membantu peningkatan industri alat kesehatan dalam negeri di Kementerian Kesehatan, pengujian alat komunikasi di Kementerian Informasi serta pengembangan Techno Park di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
(mus)
