Awal Mula Orang Pendek Masuk Indonesia
- Ant Wallis/Centre for Fortean Zoology
"Aceh kan dekat dengan Andaman, mungkin ada (hubungan) ras, atau subras itu," kata dia.
Postur tubuh manusia kerdil, menurutnya, terjadi akibat adanya penyimpangan biologi dalam evolusi manusia atas kondisi lingkungan dan percampuran, sehingga sampai dalam ukuran tersebut.
Berikutnya, cerita rakyat>>>
Cerita rakyat
Antrolopog Universitas Indonesia itu mengatakan, Suku Mante memang telah disinggung dan disebutkan dalam literatur. Namun, pembahasan Suku Mante lebih condong ke cerita rakyat, atau folklor.
Dalam literatur, soal Suku Mante sudah diangkat oleh ahli Belanda pada era 1920-an. Bagi ahli Belanda dan masyarakat Aceh, Suku Mante dianggap sebagai leluhur orang Aceh Asli. Tetapi, sejauh ini bukti keberadaan Suku Mante yang jadi legenda itu tak pernah diperoleh peneliti, atau ahli pada saat ini.
"Di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi, ada folklor juga. Sewaktu-waktu muncul katanya, tetapi dicari dan ditanya peneliti, tak pernah jelas buktinya. Saya khawatir ini (cerita Suku Mante) dihidupkan lagi," ujar dia.
Selain perdebatan benar, atau tidak penampakan tersebut adalah Suku Mante, Harry menuturkan, para ahli juga masih berdebat. Apakah postur manusia dengan tubuh pendek yang ada di Indonesia, masuk dalam golongan gas, atau subras? Ada ahli yang memasukkan ke dalam kelompok ras, tetapi ahli lainnya menyebutnya sebagai subras.
Harry mengatakan, jika ditarik jauh ke belakang, ras, atau subras di Asia Tenggara, yang punya penampilan postur tubuh pendek punya kesamaan karakteristik, di antaranya kulit, rambut kriting. Sebagian ahli menyebut orang kerdil ini sebagai sisa ras Negrito, sebagian lain menyebutnya sebagai subras dari Austranomelanesia, yang dijumpai di Kepulauan Andaman.
Awal mula manusia pendek di Indonesia
Harry mengatakan, jika ditarik jauh ke belakang, awal mula munculnya manusia kerdil bisa dilacak sejak 60 ribu tahun lalu, saat manusia modern, atau Homo sapien menyebar ke seluruh wilayah dunia dari Afrika.
Pada masa itu, makin menyebar manusia modern makin mengalami deviasi genetik, sehingga makin berbeda dengan ciri khas leluhurnya. Pada 60 ribu tahun lalu, setidaknya ada tiga ras besar yang telah menyebar dan berkembang yakni ras Austranomelanesia, ras mongoloid, dan ras kaukasoid.
