Konsorsium Riset Ini Jaga Maritim Indonesia

Ilustrasi laut.
Sumber :
  • www.pixabay.com/theseasodeep0

VoxPop.co.id – Optimalisasi sumber daya kemaritiman menjadi salah satu prioritas utama pemerintah saat ini. Keberhasilan optimalisasi tersebut tentunya juga harus didukung dengan harmonisasi program riset samudera nasional yang didukung oleh infrastruktur riset dan tata kelola lintas lembaga.

img_title Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Maluku Optimalkan Potensi Maritim

Peran itu kini direalisasikan dalam sebuah Konsorsium Riset Samudera. Kumpulan ini memiliki peta jalan berbasis hasil dengan target pencapaian dari 2018 hingga 2021.

Pembentukan Konsorsium Riset Samudera ini dideklarasikan Selasa 26 September 2017 di Jakarta sebagai hasil kolaborasi antara berbagai institusi, yakni kementerian, lembaga, dan universitas.

img_title Dukung Kualitas Talenta Maritim Indonesia, Pertamina Trans Kontinental Goes to Campus

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Zainal Arifin, mengharapkan Konsorsium Riset Samudera bisa tumbuh sebagai forum menformulasikan tema riset yang multi dimensi dengan dukungan infrastruktur riset.

"Keberadaan konsorsium ini penting sebab Indonesia sebagai negara maritim yang besar membutuhkan peran strategis dan kontribusi Iptek kelautan dalam konteks pembangunan nasional dan daya saing bangsa," ujar Zainal dalam keterangan tertulis kepada VoxPop.co.id, Selasa 26 September 2017.

img_title Kunjungi Otoritas Maritim China, BKI Perluas Layanan Sertifikasi Kapal di Asia & Global

Kemudian menurutnya, pemetaan geologi laut yang komprehensif memiliki peran penting bagi pemanfaatan sumber daya alam dan mitigasi bencana. 

Zainal menjelaskan, proses oseanografi fisik di kawasan laut Indonesia memiliki keunikan sebagai penentu bagi sirkulasi laut dan iklim global karena letaknya sebagai perantara dua samudera yaitu Pasifik dan Hindia. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati laut. 

"Dan sumber daya bahari yang masif ini perlu dijaga dengan kesehatan laut yang mendukung agar dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan bangsa kini dan ke depan," kata Zainal.

Terbentuknya konsorsium tersebut berkat kerja sama antara 11 kementerian/lembaga dan universitas, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (ITB).

BKKP Kementerian Perhubungan

BKKP Kemenhub Gandeng Institusi Pendidikan Maritim Demi Lahirkan Pelaut Unggul

BKKP Kemenhub meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Akademi Maritim Pembangunan (AMP) Jakarta dan SMK Pelayaran Pembangunan Jakarta di Klinik Sentra Maritim Medika.

img_title
VoxPop.co.id
2 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut