Mencengangkan, Peneliti Temukan Virus Corona Menginfeksi Otak Manusia

Ilustrasi otak manusia.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Studi menemukan bahwa pandemi Virus Corona COVID-19 bisa menyerang sel-sel di otak manusia. Peneliti mengungkapkan serangan tersebut kemungkinan memakai mesin internal sel untuk menyalin atau kloning virus tersebut sehingga jumlahnya semakin banyak.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Penelitian yang dipublikasikan oleh bioRxiv memberikan bukti bahwa SARS-CoV-2 (COVID-19) dapat secara langsung menginfeksi sel-sel otak yang disebut neuron. Virus Corona dikaitkan dengan berbagai bentuk kerusakan otak. Mulai dari peradangan mematikan hingga penyakit otak yang dikenal sebagai ensefalopati yang menyebabkan halusinasi.

Baca: Bukan Flu atau Batuk, Ini Gejala COVID-19 Paling Khas

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Namun, hanya ada sedikit bukti bahwa virus itu menyerang jaringan otak. "Kami secara aktif mencari lebih banyak jaringan pasien untuk dapat menemukan seberapa sering infeksi otak seperti itu terjadi dan gejala apa yang berkorelasi dengan infeksi di area otak mana," kata Ahli Imunologi, Akiko Iwasaki dari Universitas Yale, dikutip VoxPop Tekno dari laman Live Science, Rabu, 16 September 2020.

Untuk melihat apakah SARS-CoV-2 bisa masuk ke dalam sel otak, Iwasaki dan para ilmuwan memeriksa jaringan otak yang diautopsi dari tiga pasien yang meninggal dunia karena COVID-19.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Mereka juga melakukan eksperimen pada tikus yang terinfeksi COVID-19 dan organoid – kelompok sel yang tumbuh di wadah laboratorium untuk meniru struktur 3D jaringan otak. "Studi ini adalah yang pertama melakukan analisis ekstensif terhadap infeksi SARS-CoV-2 (otak) menggunakan tiga model," ungkapnya.

Sementara itu, Profesor Neurologi dan Oftalmologi, Fakultas Kedokteran Universitas Colorado, Maria Nagel, mengaku menemukan bahwa virus dapat memasuki neuron melalui reseptor ACE2, protein pada permukaan sel yang digunakan virus untuk memasuki sel dan memicu infeksi.

Mereka kemudian menggunakan mikroskop elektron, yang menggunakan berkas partikel bermuatan untuk menerangi jaringan, untuk mengintip ke dalam sel yang terinfeksi. Bukan itu saja. Ilmuwan dapat melihat partikel Virus Corona "bertunas" di dalam sel.

Hal ini menunjukkan bahwa virus itu telah menguasai mesin internal neuron untuk membuat salinan baru dari dirinya sendiri. Saat menyiapkan penyimpanan di sel yang terinfeksi, virus juga menyebabkan perubahan metabolisme di neuron terdekat yang tidak terinfeksi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut