Realme C2, Bodi Matte Didukung Helio P22
- VoxPop/Sarie
VoxPop – Selain Realme 3 Pro yang digadang-gadang sebagai ponsel flagship untuk anak muda, Realme tidak serta merta melupakan pasar ponsel pintar satu jutaan. Ceruk ini menjadi ajang kebolehan para vendor dalam menyajikan pilihan ponsel mumpuni namun dengan harga yang ramah di kantong. Melalui C2, ponsel ini menjadi langkah kedua vendor sub-brand OPPO tersebut setelah sebelumnya sukses dengan C1.
Realme langsung menyajikan dua pilihan konfigurasi pada C2, yakni RAM2GB/ROM16GB dan RAM3/ROM32GB. Meski konfigurasi tertinggi sekalipun, harga yang dibanderol tidak sampai Rp2 juta. Mereka mengklaim C2 akan menjadi The New Entry Level King. Bagaimana spesifikasi sebenarnya di C2?
Desain Bodi
Tidak berkilau, itu kesan yang pertama kali didapatkan ketika melihat ponsel ini. Realme menggunakan pendekatan bahasa desain yang agak berbeda kali ini. Jika sebelumnya ponsel-ponsel Realme dikenal dengan bodinya yang mengkilap, C2 hadir dengan bodi doff/matte.
![]()
Di Indonesia, C2 tersedia dalam dua pilihan warna. Pertama adalah hitam atau disebut Diamond Black dan biru (Diamond Blue). Disebut Diamond karena meski tidak mengkilap, bodi doff yang diusung memiliki motif atau tekstur garis-garis, terkesan seperti potongan berlian. Memang saat digenggam, kesan plastik tidak dapat dihindari, tapi setidaknya kali ini ponsel C2 tidak riskan baret atau kotor terkena sidik jari.
Layarnya berukuran 6,1 inci, membuat ukurannya sepantaran dengan ponsel-ponsel lain masa kini. Apalagi terdapat notch berbentuk tetesan air yang menjadi favorit konsumen sejauh ini karena tidak begitu mengganggu kenikmatan memandang layar. Performa layar ini juga baik meski dilihat di bawah paparan sinar matahari.
![]()
Baterai
Sektor baterai menjadi sorotan berikutnya dari ponsel C2. Ini karena kapasitas baterainya tergolong besar yaitu 4.000 mAh, memenuhi standard ponsel Android masa kini. Tapi, kapasitas besar saja sebenarnya tidak begitu istimewa. Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa lama daya tahannya. Di sinilah Kecerdasan buatan (AI) memegang peranan penting. Dengan memanfaatkan AI, sistem dikatakan akan secara otomatis mengoptimalkan penggunaan daya dalam operasionalnya. Yang pasti, dalam memenuhi aktivitas seharian, baterai ini dapat diandalkan tanpa harus mengecas di tengah hari.
