CEO Huawei: Tanpa Amerika Kami Tetap Bisa Nomor 1

CEO Huawei Richard Yu.
Sumber :
  • Huawei/Twitter

VoxPop – Vendor smartphone China, Huawei, optimistis produknya akan menjadi nomor satu di dunia, meskipun tak berada di pasar Amerika Serikat.

img_title Huawei Y7 Pro, Ponsel Murah dengan 'Rasa' Premium

Hal itu diungkapkan CEO Consumer Business Group Huawei, Richard Yu, usai peluncuran Seri P20 dan P20 Pro di Singapura, seperti dikutip situs Channel News Asia, Rabu, 28 Maret 2018.

"Saya tegaskan. Bahkan tanpa pasar Amerika Serikat (AS), kita akan menjadi nomor satu di dunia," kata Yu.

img_title Huawei P20 dan P20 Pro Sudah Langka di Pasar Indonesia, Kok Bisa?

Komentar ini menanggapi persaingannya dengan Apple dan Samsung, serta bagaimana sentimen pasar yang semakin proteksionis yang berasal dari AS.

Yu berpikir pihaknya telah menutup kesepakatan dengan AT&T dan Verizon untuk menjual produknya di negeri Paman Sam, hanya karena alasan keamanan.

img_title Huawei Mate 20, Tak Harus Pro untuk Punya Foto Keren

Huawei P20 dan P20 Pro.

Pada Februari kemarin, peritel konsumen elektronik AS, Best Buy, juga dilaporkan akan mengakhiri penjualan perangkat Huawei seperti ponsel, laptop dan jam tangan.

"Para pesaing kita menggunakan beberapa trik politik untuk mencoba menendang kita ke luar dari pasar AS. Mereka tidak dapat bersaing dengan teknologi, produk dan inovasi kami," kata Yu, tanpa menyebut nama perusahaan.

Namun, Huawei kemudian mengklarifikasi pernyataan Yu dan menyebut pandangannya tidak mewakili perusahaan. Tak hanya itu, Yu juga mengagung-agungkan dua produk anyar Huawei, P20 dan P20 Pro.

"Ini adalah lompatan besar dalam hal inovasi. bukan evolusi, tetapi sebuah revolusi. Butuh waktu lebih dari dua tahun mencurahkan perhatian ke dalam inovasi chip. Kami sadar harus bekerja dengan mitra karena tidak bisa melakukan semuanya sendiri," ungkapnya.

Huawei P30.

VIDEO: Penampakan Huawei P30, Catat Tanggal Peluncurannya

Smartphone premium ini akan membawa kejutan.

img_title
VoxPop.co.id
20 Februari 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut