Merek China Kuasai Pasar Ponsel Low-end di Indonesia

Ilustrasi perempuan sedang mengecek ponsel.
Sumber :
  • Freepik

VoxPop – Pengamat gawai dari Komunitas Gadtorade Lucky Sebastian menilai pasar smartphone atau ponsel pintar di Indonesia, khususnya di kelas low-end akan tetap bersaing ketat di kuartal I 2021. Ia mengatakan kondisi pandemi COVID-19 turut mempengaruhi hal tersebut, di mana kebanyakan pekerjaan harus dilakukan secara online.

img_title Leapmotor Baru Mulai Rakit Mobil, Kapasitas Pabriknya Bisa 34.000 Unit

"Segmen low-end ini menjadi persaingan yang ketat dari banyak vendor, didorong oleh kondisi pandemi, di mana kebanyakan pekerjaan harus dilakukan daring atau work from home (WFH) dan juga sekolah online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata Lucky, Minggu, 28 Maret 2021.

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong penjualan ponsel pintar pada segmen low-end terdongkrak naik. Ia juga menilai para vendor ponsel pintar masih akan terus berlomba menghadirkan tipe-tipe smartphone menarik di segmen ini.

img_title Capcom Yakin Peralihan ke Game Digital Tak Akan Ganggu Penjualan

"Karena pengguna ponsel pintar di segmen ini paling banyak, maka segmen ini juga dikejar para vendor untuk meningkatkan pangsa pasar brand, karena urutan teratas pangsa pasar ini masih diperebutkan untuk menjadi prestise kepercayaan bagi calon pembeli juga sebagai langkah marketing yang menarik," tuturnya.

Lucky memperkirakan persaingan di segmen low-end akan terus menarik hingga kuartal-kuartal mendatang, terlebih kondisi pandemi COVID-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

img_title Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Berdasarkan laporan terbaru firma riset IDC, ponsel pintar di kategori low-end atau yang dipasarkan dengan rentang harga Rp1,5 juta hingga Rp3 juta mengalami kenaikan di tahun lalu. Porsi pasar ponsel pintar low-end kini mencapai 65 persen, naik dari 45 persen pada 2019.

Lima besar merek, yaitu Vivo, Oppo, Xiaomi, Realme, dan Samsung secara berurutan mendominasi segmen low-end dengan pangsa lebih dari 90 persen. Dari data tersebut diketahui bahwa vendor ponsel pintar asal China dan Korea Selatan masih merajai pasar di segmen low-end.

Padahal, di segmen ini vendor-vendor lokal semacam Evercoss atau Advan juga turut bermain. Namun, nampaknya mereka mulai tertinggal. Lucky mengatakan beberapa tahun lalu vendor ponsel pintar lokal masih mendapat tempat, terutama di daerah atau kota-kota kecil.

Namun, seiring masifnya e-commerce dan agresifnya raksasa ponsel pintar China menggempur pasar dalam negeri hingga ke daerah, vendor lokal kian tersisih.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut