Tunaiku Dorong Nasabah Tidak Pinjam Uang untuk Konsumtif

Startup fintech Tunaiku.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Misrohatun Hasanah

VoxPop – Perusahaan rintisan berbasis teknologi keuangan (startup fintech), Tunaiku, mengaku sudah memberi pinjaman kepada 300 ribu nasabah dan hadir di 16 kota besar di Indonesia.

img_title Gelar IDBS 2026, Aftech Pastikan Fintech Tetap Jadi Enabler Sektor Riil dan Mitra Perbankan

Menurut Pendiri Tunaiku, Vishal Tulsian, alasan memilih bisnis fintech dengan jenis digital lending ini untuk membawa senyuman bagi masyarakat.

"Karena Tunaiku ingin meringankan beban finansial melalui layanan digital. Mewujudkan keuangan yang inklusif memerlukan waktu yang panjang," kata dia di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.

img_title Membongkar Strategi Startup Sukses Membangun Bisnis di Tengah Persaingan yang Semakin Ketat

Vishal meyakini bahwa uang merupakan salah satu aspek hak asasi manusia yang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik, di samping kesehatan, kesejahteraan, hingga pendidikan.

Tunaiku telah memiliki layanan personal loan yang diprioritaskan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

img_title Strategi Baru di Ekosistem Marketing RI, Spillify.io Bikin Pengguna Bisa Ngespill dan Dapat Cuan

"Kami berdiri sejak tahun 2014, atau tepat pada masa awal fintech dikenal dan masuk Indonesia. Tantangannya adalah mengedukasi masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan mereka. Sebagian besar tidak tahu. Tapi setelah lima tahun sudah banyak yang tahu kami," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Head of Retail Credit Tunaiku, Abraham Lumban Batu menambahkan, saat ini aplikasi mobile Tunaiku sudah diunduh oleh 2,5 juta pengguna.

Sedangkan, pinjaman yang sudah tersalurkan mencapai Rp2 triliun. Menurutnya rata-rata pinjaman dipakai untuk kebutuhan produktif seperti renovasi rumah, modal usaha, dan biaya pendidikan.

Abraham menjelaskan Tunaiku juga gencar melakukan literasi terhadap nasabah agar mereka memiliki rasa tanggung jawab.

Ia mengaku pinjaman untuk kebutuhan produktif lebih memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola keuangan. "Kami pun mendorong nasabah untuk tidak hanya menggunakannya sebagai kebutuhan konsumtif," jelasnya.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

PM Anwar Ibrahim Akan Sampaikan Kerugian Investasi Dana Pensiun PNS Malaysia di Startup RI ke Parlemen

PM Malaysia Anwar Ibrahim akan menyampaikan penjelasan ke parlemen mengenai isu kerugian investasi lembaga Dana Pensiun PNS Malaysia di startup asal RI, eFishery.

img_title
VoxPop.co.id
19 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut