Pemimpin Bisnis Sukar Ambil Keputusan

Ilustrasi pekerjaan.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop Tekno – Para pempimpin perusahaan merasa kewalahan dan kurang mengerti dalam mengelola data yang ada untuk mengambil keputusan. Akibatnya kualitas hidup dan kinerja bisnis menjadi terhambat, menurut sebuah studi baru berjudul The Decision Dilema.

img_title Uang Rp5 Juta Sudah Bisa Buka Warung Sembako, Begini Cara Agar Cepat Balik Modal

Studi melibatkan lebih dari 14.000 karyawan dan pemimpin bisnis di 17 negara, termasuk 4.500 responden dari Asia Pasifik dan Jepang (JAPAC), menemukan bahwa para pemimpin perusahaan merasa dalam tekanan dan penuh perjuangan dibanding sebelumnya ketika harus membuat keputusan dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Para pemimpin bisnis di JAPAC kesulitan dengan banyaknya data dan efeknya bisa merusak kepercayaan, membuat keputusan jauh lebih rumit, serta berdampak negatif pada kualitas hidup.

img_title HTSI Catat Pertumbuhan Penjualan hingga 130 Persen di Segmen Ini pada Semester I-2026

Sebanyak 74 persen orang mengatakan jumlah keputusan yang mereka buat setiap hari telah meningkat 10 kali lipat selama tiga tahun terakhir dan saat mencoba membuat keputusan ini, 75 persen lainnya dibombardir dengan lebih banyak data daripada sebelumnya dari berbagai sumber lainnya.

Studi yang dilakukan Oracle dan Seth Stephens – Davidowitz, penulis terlaris New York Times, juga menemukan 86 persen responden mengatakan bahwa volume data membuat keputusan dalam kehidupan pribadi dan profesional jauh lebih rumit dan 61 persen mengakui bahwa mereka menghadapi dilema keputusan.

img_title 7 Laptop Premium untuk Konten Kreator dan Pebisnis: Kombinasi Performa, Layar, dan Efisiensi yang Sulit Ditandingi

Para pemimpin bisnis di JAPAC menginginkan data untuk membantu dan mengetahui bahwa data sangat penting untuk kesuksesan organisasi, tetapi tidak percaya bahwa ada alat untuk mengelola data untuk membuat keputusan tepat waktu.

Terlepas dari itu, organisasi tahu bahwa tanpa data, keputusan mereka akan kurang akurat (45 persen), kurang berhasil (32 persen), dan lebih rentan terhadap kesalahan (41 persen).

Ilustrasi pekerja profesional.

Photo :
  • vstory

Orang-orang juga percaya bahwa organisasi yang menggunakan teknologi untuk membuat keputusan berdasarkan data lebih dapat dipercaya (77 persen) dan akan lebih sukses (77 persen).

“Orang-orang tenggelam dalam data. Penelitian ini menyoroti bagaimana banyaknya wawasan atau masukkan yang didapatkan seseorang secara rata-rata," kata Seth Stephens-Davidowitz, ilmuwan data dan penulis Everyone Lies dan Don't Trust Your Gut dalam konferensi pers virtual, Jumat, 28 April 2023.

Menurutnya data bisa didapatkan dari pencarian di internet, peringatan berita, hingga masukkan dari teman, yang seringkali menambahkan lebih banyak informasi daripada yang bisa ditangani oleh otak kita.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut