Sektor Ini Hadapi Penurunan Permintaan Tiap Kuartal Genap

Country Manager Rumah.com Marine Novita.
Sumber :
  • Dokumentasi Rumah.com.

VoxPop Tekno – Presiden Joko Widodo menyebutkan sektor properti hingga real estat telah memberikan kontribusi besar ekonomi Indonesia.

img_title Danantara Housing Expo 2026, PP Properti Tawarkan 8 Proyek Hunian Berkelanjutan

Sepanjang 2018-2022, kontribusi dari sektor ini setiap tahunnya mencapai Rp2.300-2.800 triliun, atau 16 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ketiga sektor ini juga melibatkan banyak tenaga kerja, yakni mencapai 13-19 juta orang, dan memberi efek berganda kepada 185 subsektor industri lainnya. Mulai dari bahan bangunan seperti semen, besi, batu bata, furnitur, elektronik, hingga peralatan rumah tangga.

img_title Sektor Keuangan RI Terjaga, Bos OJK Tetap Waspadai Beragam Potensi Imbas Ketidakpastian Global

Di tengah perlambatan ekonomi global, sektor properti, real estat dan konstruksi Indonesia termasuk yang tangguh, tahan banting, dan kompetitif.

Saat ini, peluang sektor properti di Indonesia masih sangat besar karena pertumbuhan keluarga baru mencapai 700-800 ribu per tahun, serta backlog kepemilikan rumah masih 12,1 juta.

img_title Lixil Dorong Transformasi Lanskap Arsitektur Nasional Lebih Berkelanjutan

Anak usaha PropertyGuru yang juga startup proptech asal Singapura, Rumah.com, menyambut baik apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

Menurut Country Manager Rumah.com Marine Novita, indeks harga properti terus mengalami kenaikan, yaitu 2,4 persen secara kuartalan dan 6 persen secara tahunan.

Dengan begitu, menjadi indikasi pasar properti masih kondusif. Meskipun demikian indeks suplai turun sebesar 4,1 persen secara kuartalan dan indeks permintaan turun sebesar 6,1 persen secara kuartalan.

Rumah.com

Photo :
  • PropertyGuru

Kondisi sektor properti pada kuartal kedua tahun ini yang menunjukkan penurunan pada indeks suplai dan permintaan secara kuartalan merupakan kondisi yang kerap terjadi setiap kuartal genap.

Hal ini dikarenakan adanya Hari Raya Idul Fitri di awal kuartal, tahun ajaran baru, dan Idul Adha di akhir kuartal. "Jadi, secara umum konsumen lebih fokus pada pengeluaran konsumtif daripada kebutuhan primer," kata Marine, dalam keterangan resminya, Senin, 21 Agustus 2023.

Turunnya indeks suplai dan permintaan pada kuartal kedua tahun ini terjadi pada sektor rumah tapak maupun apartemen. Di sisi suplai, penurunan pada sektor rumah tapak maupun apartemen hampir sama besar.

Sementara pada sisi permintaan, terjadi penurunan permintaan terhadap rumah tapak sebesar 6,5 persen secara kuartalan sementara pada apartemen turun sebesar 2,4 persen secara kuartalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut