Indonesia Bersaing Ketat dengan India dan Nigeria

Aset kripto.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Laporan Chainalysis, 'The 2024 Global Adoption Index', yang mengukur peringkat 151 negara tentang adopsi aset kripto memperlihatkan bahwa Indonesia berada posisi ketiga, di bawah Nigeria dan India, yang bertengger di posisi dua dan satu.

img_title Tak Berniat Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, India Bikin Dua Tim untuk Hadapi Timnas Indonesia dan Brasil

Data Chainalysis juga sejalan dengan laporan pertumbuhan investor kripto di Indonesia, yang menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per akhir 2024, mencapai lebih dari 22 juta investor.

Untuk itu, perusahaan rintisan atau startup Pintu menggelar edukasi dan literasi mengenai aset kripto hingga teknologi blockchain.

img_title Resmi Lawan Brasil, India Tak Berniat Kalahkan Timnas Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup

"Kami terus melakukan inovasi di berbagai produk dan fitur untuk memberikan sarana investasi kripto yang mudah dan aman untuk investor pemula hingga trader pro. Kami juga mengingatkan pentingnya menggunakan platform investasi kripto yang terdaftar dan diawasi resmi di Indonesia," kata General Counsel Pintu, Malikulkusno Utomo, Jumat, 7 Maret 2025.

Pintu, sebagai anggota Asosiasi Pedagang Aset Kripto indonesia dan Asosiasi Blockchain (Aspakrindo-ABI), juga baru saja menyelenggarakan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2025.

img_title Calon Lawan Timnas Indonesia Resmi Bikin Pengumuman Mengejutkan, India Bakal Lawan Brasil di FIFA Matchday

Menurut pria yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Aspakrindo-ABI tersebut mengaku para pedagang kripto berkomitmen untuk memperluas edukasi dan literasi tentang aset kripto dan blockchain.

“Kegiatan ini disambut positif dengan total peserta yang hadir lebih dari 300 orang. Hal ini menandakan minat investasi pada aset kripto semakin tinggi dan masyarakat juga semakin menyadari pentingnya edukasi dan literasi," jelasnya.

CEO Meta Platform, Mark Zuckerberg

India Beri Waktu 3 Hari Mark Zuckerberg Minta Maaf

India memberi waktu 3 hari kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pemblokiran sementara unggahan PM Narendra Modi di FB

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut