Pokemon Go Bisa Ditandingi dengan 'Tuyul Go'

Ilustrasi demam Pokemon.
Sumber :
  • REUTERS/Mark Kauzlarich

VoxPop.co.id – Kekhawatiran sejumlah pihak belakangan ini terhadap permainan Internet Pokemon Go sudah berlebihan. Sebab, teknologi tersebut bukanlah hal baru dan semua tuduhan terkait isu yang berkembang saat ini perlu pembuktian. Demikian menurut seorang peneliti Badan Informasi Geospasial, Profesor Fahmi Amhar.

img_title Google Kembangkan Teknologi Pokemon Go Bantu Orang Jaga Jarak

“Kalau curiga, ya enggak apa-apa karena memang ada orang yang tugas untuk curiga dulu. Tapi apa betul permainan ini seperti itu? Itu harus dibuktikan dan saya selama ini belum lihat ada pembuktiannya,” kata Fahmi saat ditemui VoxPop.co.id di ruang kerjanya di Gedung Badan Informasi Geospacial, di Cibinong, Bogor Jawa Barat, Jumat 22 Juli 2016.

Lebih lanjut Fahmi mengimbau untuk memastikan isu yang saat ini beredar terkait ancaman atau bahaya keamanan nasional atas permainan tersebut melalui pembuktian akan dua hal.

img_title Game Pokemon Go dan Harry Potter Patut Diwaspadai

“Pertama, apakah benar ada foto realitas yang dikirim ke servernya. Itukan diceknya tidak terlalu sulit. Yang kedua, apa benar monster itu diarahkan atau ditaruh ditempat-tempat objek vital atau strategis? Kalau dua hal ini benar maka dia membahayakan. Tapi kalau monsternya ditaruh ditempat yang acak lalu fotonya tidak pernah ditransfer ke sana, ya tidak perlu dikhawatirkan. Jika terbukti secara teknologi dan (pengembang) Pokemon-nya ndablek, ya tingal diblokir seperti konten porno,” jelasnya.

Namun demikian, Fahmi menilai, anak-anak yang bermain ini secara umum bagus karena mengasah fisik. Pasalnya, mereka diajak keluar rumah untuk menghirup udara segar dan bertemu dengan sesama pemburu.

img_title Pembuat Pokemon Go Rilis Game Harry Potter, Adu Sihir dan Mantra

Terkait boomingnya permainan Pokemon Go, Fahmi menilai hal itu karena game yang disajikan termasuk unik dan masih baru di masyarakat.

“Permainan yang modelnya baru pasti punya saat dimana dia akan booming. Dan permainan Pokemon Go ini kan jenisnya baru karena dia terkait dengan lokasi. Jadi orang harus secara real menuju lokasi tertentu untuk bisa menemukan yang disebut monster,” ujarnya.

Fahmi yakin, jika teknologi yang digunakan dalam permainan tersebut tak jauh berbeda dengan Google Maps karena berbasis lokasi. Game ini terhubung dengan Google Maps dan kerap disebut aplikasi Location Based Service (LBS).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut