Corning Gorilla Glass Victus Dirilis, Antikuman dan Sangat Kokoh
- The Tech Street Now
VoxPop – Pabrik kaca asal Amerika Serikat (AS), Corning, baru saja merilis pelapis smartphone atau ponsel pintar baru. Namanya Corning Gorilla Glass Victus. Mereka menjanjikan produk ini menjadi pilihan terbaik untuk melindungi perangkat ketika tergores hingga jatuh.
Peluncuran Corning Gorilla Glass Victus ini juga memberikan petunjuk desain ponsel premium seperti iPhone maupun Samsung Galaxy di masa depan. Berikut enam keunggulannya seperti dikutip VoxPop Tekno dari CNET, Sabtu, 25 Juli 2020:
Daya Tahan Lebih Baik
Sejak meluncurkan Gorilla Glass 6 pada 2018, Corning telah bekerja untuk lapisan kaca yang kuat dan dirancang khusus untuk perangkat mobile. Mereka telah memasok pelindung bagi Samsung dan Apple.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang fokus pada resisentes drop. Saat ini Corning menjadi lapisan antigores sebagai prioritas teratas.
Contohnya, Gorilla Glass Victus yang diklaim bisa bertahan saat jatuh dari ketinggian dua meter. Hal ini berbeda dengan Gorilla Glass 6 yang mampu bertahan jatuh pada ketinggian 1,6 meter.
Desain Ringan dan Tipis
Pelapis yang kuat memungkinkan bagi Samsung Galaxy dan Apple iPhone membuat kaca lebih tipis tanpa mengurangi daya tahan ponsel. Dengan memotong beberapa milimeter dari kaca, perangkat jauh lebih tipis dan ringan.
"Itu adalah kompromi. Apakah mereka menggunakan semua peningkatan kaca untuk daya tahan, atau apakah saya berbagi manfaat dari desain," ungkap Kepala Bisnis Corning Gorilla Glass, John Bayne.
Kamera Lebih Kuat
Saat modul kamera lebih besar dan menonjol maka lensa ponsel menjadi lebih rentan retak. Bayne mengatakan orang-orang akan berfokus pada kaca pelindung apa yang digunakan pada kamera dan bagaimana melindunginya.
"Mungkin ada banyak pilihan material hari ini untuk melindungi lensa kamera. Namun saya pikir Anda akan lihat konvergensi ke pilihan optimal," kata dia.
Lebih Banyak Kaca, Bingkai Tipis, dan Tanpa Casing
Dengan jaringan 5G maka penggunaan kaca akan lebih luas pada ponsel. Ini karena beberapa material tidak baik untuk aktivitas pada perangkat, misalnya logam yang mengganggu anten dan menjadi tidak kondusif untuk pengisian daya nirkabel.
