5 Merek Ponsel yang Tidur Abadi, LG Tidak Sendirian
- Dokumentasi Istimewa
Lalu, pada 2008, mereka memiliki 12 ribu karyawan dan terpaksa memangkasnya jadi sekitar 5 ribu orang di departemen riset dan pengembangan. Padahal, departemen ini paling penting untuk organisasi, namun Sony Ericsson menganggap departemen tersebut menghabiskan biaya.
Siemens Mobile mengguncang industri handset global dan menjadi produsen ponsel terbesar keempat di dunia dengan pangsa pasar 7,6 persen dan 13 juta handset dijual pada kuartal III 2004.
Dalam perjuangannya untuk mendapatkan keuntungan, konglomerat industri raksasa Jerman itu ternyata mengalami kerugian hingga 140 juta euro (Rp2,4 triliun) pada kuartal berikutnya di tahun yang sama.
Siemens juga melewati pergeseran tren. Mulai dari 'telepon bisnis' ke pasar konsumen yang jauh lebih besar. Saat itu pesaing mereka, Nokia, fokus pada mode dan minat konsumen serta membuat layanan dan fitur konsumen yang lebih mudah digunakan.
Raksasa teknologi Jerman itu melewatkan tren tersebut dan menemukan bahwa kapasitasnya yang tinggi di industri ponsel jatuh ke dalam kerugian dan kurang dimanfaatkan secara maksimal. Siemens akhirnya menjual unit handsetnya ke BenQ asal China.
Motorola
- Dokumen Motorola
Motorola menikmati keuntungan tak terduga sebagai saingan terbesar Nokia, di mana ketika komunitas operator global memutuskan untuk menghukum Nokia karena mengalami gangguan parah. Nokia kehilangan sepertiga pangsa pasar global dalam periode dua tahun.
Peristiwa ini sangat menguntungkan bagi Motorola dan waktunya juga dianggap ideal dengan peluncuran seri Razr, yang pada saat itu menjadi ponsel berfitur paling seksi di pasaran pada periode 2004-2006.
Seri Razr membuat penjualan handset Motorola yang menurun drastis berubah menjadi pertumbuhan yang kuat selama dua tahun tersebut. Tapi Setelah Nokia berdamai dengan komunitas operator pada 2006, Motorola secara tiba-tiba kehilangan bagiannya.
Pangsa pasar Motorola Razr juga diambil oleh iPhone. Apple menguat di sebagian besar AS dan Eropa, pasar di mana Motorola juga ada di sana. Saat itu Motorola ada di pasar lain, seperti China, Amerika Latin dan Timur Tengah. Tapi, ada seri N Nokia di sana.
Nokia N95, smartphone yang jauh lebih laku dari iPhone, kian menghancurkan pasar Razr. Kesalahan lainnya adalah perusahaan membuat smartphone berbasis Windows. Motorola mendapat kerugian besar dan kemudian ditarik dari pasar.
