Begini Wajah Kondom Masa Depan

Kondom/alat kontrasepsi.
Sumber :
  • inmagine

Salah satu ide yang menjanjikan untuk kondom yang lebih kuat menggunakan graphene - lapisan tunggal atom karbon yang sangat tipis, yang pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan pemenang Hadiah Nobel di Universitas Manchester, Inggris, pada 2004.

img_title Kasus HIV Meningkat, DPRD Aceh Minta Penjualan Kondom di Minimarket Harus Ditertibkan

Aravind Vijayaraghavan, seorang ilmuwan material di National Graphene Institute di Universitas Manchester, percaya bahwa "bahan penghantar panas tertipis, teringan, terkuat dan terbaik di dunia" itu bisa menjadi bahan ideal untuk kondom.

Photo :
  • Pixabay
img_title Bukan Kondom, Alat Kontrasepsi di Masa Depan Ini Buat Pria Lebih Bergairah!

Timnya mendapat hibah dari Bill and Melinda Gates Foundation pada 2013 sebagai bagian dari kampanye untuk mengembangkan desain kondom yang inovatif. Tetapi graphene tidak dapat dibuat menjadi objek mandiri, jadi tim Vijayaraghavan menggabungkan graphene dengan lateks dan poliuretan.

"Graphene adalah bahan berskala nano, yang tebalnya hanya satu atom dan lebar beberapa mikrometer. Tapi pada skala kecil itu, graphene adalah bahan terkuat di planet ini. Tantangannya adalah untuk mentransfer kekuatan itu dari skala nano ke skala makro. Kami juga harus menggunakan objek dunia nyata," tuturnya.

img_title Terpopuler: Keluarin di Luar Kenapa Masih Bisa Hamil? Ngantuk Parah Usai Makan Siang Tanda Diabetes?

Kombinasi ini dapat meningkatkan kekuatan lapisan polimer tipis hingga 60 persen atau memungkinkan kondom dibuat 20 persen lebih tipis dengan tetap mempertahankan kekuatannya saat ini. Meskipun kondom graphene belum tersedia, timnya sedang mengerjakan proyek komersialisasi inovasi mereka.

"Kami melakukan ini dengan menggabungkan partikel graphene yang kuat dengan polimer lemah, seperti lateks karet alam atau poliuretan. Graphene kemudian menanamkan kekuatannya pada polimer lemah untuk membuatnya lebih kuat dengan memperkuatnya pada skala nano," jelas Aravind.

Kelompok lain yang bekerja untuk membuat bahan yang digunakan dalam kondom lebih tipis dan lebih kuat berbasis di University of Queensland, Australia. Di sini mereka mengembangkan kondom yang menggabungkan lateks dengan serat dari rumput spinifex asli Australia.

Spinifex telah lama digunakan sebagai bahan perekat oleh masyarakat adat di Australia ketika mereka membuat alat dan senjata berujung batu. Para peneliti menemukan bahwa bahan itu mampu memperkuat lateks dengan nanoselulosa yang diekstraksi dari rumput yang telah dihancurkan.

Baca juga: Nikmatnya Hubungan Seks hingga Klimaks

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut