2 Negara Muslim juga Berambisi Main di Luar Angkasa
- Financial Times
Roket yang meluncurkan robot penjelajah Turki ke Bulan akan dibangun di dalam negeri menggunakan mesin hibrida yang saat ini sedang dikembangkan. Untuk membantu memastikannya siap untuk diluncurkan, maka prototipe roket akan terbang ke Bulan pada akhir 2023. Bukan itu saja.
Turki juga berencana mengirim warga negaranya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS di tahun-tahun mendatang untuk melakukan eksperimen ilmiah. "Kami mencoba untuk menyelesaikan negosiasi kami dengan berbagai pihak. Dalam beberapa bulan segera selesai dan siap memulai proses pelatihan," jelas Serdar.
Program Luar Angkasa Turki baru saja diterbitkan pada Februari tahun ini, setelah badan antariksanya berdiri pada 2018. Meski mendapat kritik lantaran Turki masih mengalami krisis ekonomi, namun hal ini justru memotivasi para ilmuwan mereka untuk berbakti di negaranya sendiri ketimbang mencari peluang di luar negeri.
