Ketua Forum Rektor: Perguruan Tinggi Perlu Perkuat Teknologi

Ilustrasi teknologi 5G.
Sumber :
  • MarketWatch

VoxPop – Ketua Forum Rektor Indonesia Panut Mulyono mengatakan lembaga pendidikan tinggi perlu memperkuat posisi sebagai institusi yang mengedepankan teknologi.

img_title AI Ubah Dunia Kerja, Gelar Saja Tidak Cukup

“Lembaga pendidikan tinggi harus memperkuat posisinya sebagai edutech institution. Artinya, perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang unggul dan utuh,” ujar Panut dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Laju Industri 4.0 membawa dampak akan hilangnya 23 juta bidang pekerjaan yang ada saat ini, kemudian digantikan otomasi pada 2030. Pekerjaan yang berisiko hilang adalah pekerjaan yang bersifat repetisi (pengulangan), seperti data entry, machine operator, dan data collection.

img_title BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

Namun, di sisi lain menciptakan peluang 27-46 juta pekerjaan baru, dimana 10 juta diantaranya adalah jenis pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya. Sehingga, kampus diharapkan pemerintah dapat menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing.

Artinya, ada perubahan dan pembaruan pendidikan yang mengombinasikan keunggulan akademik, kebutuhan pasar, dan kebutuhan masyarakat.

img_title AI Tak Cukup, Masa Depan Dunia Kerja Tetap Bergantung pada Manusia

“Arus perubahan dan kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri. Nah, Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB) diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut,” kata Rektor Universitas Teknologi Sumbawa Chairul Hudaya.

Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel, sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Kaitannya dengan program kampus merdeka, perpustakaan menjadi komponen krusial dalam atmosfir akademik kampus. Apalagi, orientasinya agar lulusan menjadi kompatibel, semakin adaptif, lebih responsif, serta menjadi kontekstual.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan perpustakaan ruang terbuka untuk siapa saja. Sejak 2016, perpustakaan telah mengalami perubahan paradigma, dari pelayanan konvensional ke digital.

“Perluasan akses layanan digital bertujuan untuk mendukung SDM unggul, memiliki kreativitas, berinovasi tinggi yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menaikkan pendapatan per kapita” ujar Syarif Bando. (antara)
 

Bank Jakarta.

Investasi Talenta Teknologi, Bank Jakarta Perkuat Fondasi Transformasi Berkelanjutan

Di tengah perubahan lanskap industri jasa keuangan yang semakin terdigitalisasi, daya saing perbankan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya aset maupun teknologi.

img_title
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut