Omicron Meningkat, Unpad Ubah Jadwal Wisuda Gelombang II
- U-Report
VoxPop – Pelaksanaan Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2021/2022 Universitas Padjadjaran secara hybrid mengalami perubahan jadwal, dari semula 2-4 Februari 2022 menjadi 22-24 Maret 2022. Perubahan jadwal ini didasarkan karena meningkatnya kasus Covid-19 Omicron di Indonesia.
“(Perubahan jadwal) ini semata-mata demi keselamatan wisudawan dan orang tuanya. Kami tidak ingin membuat wisudawan dan orang tua berada dalam risiko tinggi saat mengikuti wisuda luring,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita kepada Kanal Media Unpad, Rabu (26/1/2022).
Prof. Arief menjelaskan, semula Unpad akan melaksanakan wisuda secara hybrid, atau kombinasi luring dengan daring. Rencana ini didasarkan atas status PPKM Kota Bandung yang semula berada di level 1-2. Pada level ini, aktivitas pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan kapasitas maksimal 75 persen.
“Kemarin kita rencanakan wisuda sudah bisa memasukkan 50 persen (wisudawan) untuk mengikuti luring,” ujarnya dalam konferensi pers.
Beberapa waktu terakhir, pemerintah sudah meminta seluruh pihak melakukan kewaspadaan tinggi akibat Covid-19 Omicron. Karena itu, Unpad tidak ingin membuat para wisudawan dan orang tua yang mengikuti secara luring berada pada risiko tertular yang tinggi jika tetap dilaksanakan di bulan Februari.
Selain itu perubahan jadwal wisuda ini juga bertujuan memudahkan wisudawan dan orang tua yang ingin mengikuti wisuda. Sebelumnya, wisudawan dan orang tua wajib melakukan PCR dan mengikuti serangkaian protokol kesehatan yang ketat melakukan wisuda luring.
“Kami tidak ingin membebani wisudawan dan orang tua dengan harus PCR dan tambah biaya lagi. Supaya lebih aman kita mundurkan. Mungkin saja nanti (Maret) tidak seketat itu,” sambungnya dilansir VoxPop dari laman unpad.ac.id.
Diharapkan, kasus Covid-19 Omicron di Indonesia mulai melandai di bulan Maret sehingga pelaksanaan wisuda dapat berjalan sesuai rencana. “Kita ubah jadwal supaya wisudanya juga lebih khidmat tidak banyak protokol kesehatan,” kata Prof. Arief.
Wisuda pada Maret juga akan mengombinasikan luring dan daring. Prof. Arief mengatakan, hal ini bertujuan untuk membuka ruang bagi orang tua yang masih takut atau ragu untuk mengikuti prosesi wisuda secara luring.
