Patut Dicontoh, 6 Keteladanan Nabi Ibrahim dan Keluarga
VoxPop Edukasi – Keluarga Nabi Ibrahim adalah keluarga yang telah dijamin kesalehannya oleh Allah. Ibrahim serta istri dan kedua putranya merupakan orang-orang pilihan yang saleh. Saleh atau ‘shalih’ sendiri memiliki arti memenuhi hak Allah dan hak sesama manusia, tingkatan ini tidak akan dicapai kecuali dengan ilmu dan amal.
Sosok Nabi Ibrahim sejak dilahirkan hingga akhir hayat selalu menjunjung ketaatan dan ketauhidan yang luar biasa, hal ini dapat menjadi potret ideal dalam keluarga, ada banyak sekali sisi kesalehan keluarga Nabi Ibrahim yang dapat kita teladani, di antaranya hal-hal sebagai berikut:
6 Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim
1. Memegang teguh akidah dan syariat
Dilansir dari laman Islam NU, Nabi Ibrahim sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah ma’shum (selalu dijaga oleh Allah) dari kufur atau syirik, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil, baik sebelum maupun setelah diangkat menjadi nabi.
Nabi Ibrahim merupakan sosok yang tidak pernah sedikitpun meragukan ketuhanan Allah. Dia tidak pernah menyembah selain Allah, tidak pernah berdusta dan Nabi Ibrahim tidak pernah memintakan ampunan dosa kepada Allah untuk ayahnya yang musyrik.
2. Berdakwah dengan penuh hikmah
Hal itu tercermin tatkala Nabi Ibrahim mengajak ayahnya untuk masuk ke dalam agama Islam sebagaimana diceritakan dalam QS al-An’am ayat 41-44. Dengan menjaga adabnya ia menjelaskan dengan santun kepada ayahnya mengenai ketauhidan.
Diketahui saat itu ayah dari Nabi Ibrahim merupakan penyembah berhala, Ibrahim mengajak ayahnya untuk menyembah kepada Allah semata, satu-satunya tuhan yang berhak dan wajib disembah.
3. Beramar ma’ruf nahi munkar dengan penuh keberanian
Nabi Ibrahim telah diberi hujjah yang kuat oleh Allah ta’ala sehingga selalu dapat mematahkan berbagai dalih yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam ketika berdebat.
Karena memiliki hujjah yang kuat inilah, Nabi Ibrahim berhasil membungkam para penduduk daerah Harraan yang menganggap bulan, bintang dan matahari sebagai tuhan.
4. Tidak ada yang ia takuti selain Allah
Hal itu dibuktikan ketika Raja Namrud hendak melemparkannya ke dalam api yang berkobar-kobar, Nabi Ibrahim tidak gentar sedikit pun. Ia yakin sepenuhnya bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang memperjuangkan agama-Nya.
