20 Seniman Muda Pentaskan Karya Apik, Warga Makassar Beri Apresiasi

Temu Seni Indonesia Bertutur pentaskan 18 karya di situs bersejarah Makassar
Sumber :
  • ist

VoxPop Lifestyle – 20 seniman muda peserta ajang Temu Seni Indonesia Bertutur mementaskan 18 karya performans di situs bersejarah kebesaran Makassar, Benteng Rotterdam.

img_title Festival Budaya Taraf Internasional Akan Digelar di Makassar, Tampilkan Kesenian dari 4 Negara

Warga kota Makassar dan para pegiat seni budaya yang sebagian berasal dari anggota komunitas teater lokal memperlihatkan antusiasme dan apresiasi tinggi terhadap karya-karya performans tunggal dan kolaboratif yang dipentaskan selama lebih dari 8 jam di berbagai sudut tempat di Benteng Rotterdam.  

“Ini adalah sebuah momen istimewa dan bersejarah dimana berkumpul 20 seniman muda performans dari berbagai daerah di Indonesia di sebuah situs sejarah yang memiliki nilai-nilai seni, budaya dan historis luar biasa untuk menghadirkan tubuh-tubuh mereka disini,” ungkap Melati Suryodarmo selaku Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022 dalam rilis yang diterima VoxPop.

img_title Ajang Temu Seni Performans, 20 Seniman Muda Hadir di Makassar

“Dan mempersembahkan karya-karya seni performans dihadapan masyarakat kota Makassar selama seharianc dari siang hingga malam hari. Saya dan para seniman begitu senang menyaksikan apresiasi dan antusiasme audiens yang begitu tinggi dalam menikmati dan berinteraksi dengan pementasan yang ada,” lanjutnya.

Temu Seni Indonesia Bertutur pentaskan 18 karya di situs bersejarah Makassar

Photo :
  • ist

Lebih jauh Melati menjelaskan bahwa ajang Temu Seni Performans menuju festival mega event Indonesia Bertutur 2022 diadakan dengan mengacu pada kerangka besar Indonesia Bertutur yaitu “Mengalami masa lampau, menumbuhkan masa depan”.

img_title Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo Ikut Desak Gianni Infantino Mundur, Luis Figo: Dia Sudah Bohong!

Kunjungan-kunjungan situs dan budaya seperti ke Taman Prasejarah Leang-Leang di Maros dan komunitas Bissu di Segeri Kabupaten Pangkep ini adalah bagian dari upaya kreatif untuk melihat narasi sejarah dengan cara yang sedikit berbeda yang berhubungan dengan praktik kekaryaan performans.

Sementara itu, Fasilitator Temu Seni, Afrizal Malna menuturkan bahwa Temu Seni merupakan sebuah program dengan input yang jelas, masing-masing seniman membawa pengenalan diri terhadap situs-situs yang terdekat disekitar mereka.

Dari 20 situs yang dipilih program dan ditambah dengan input perjalanan atau kunjungan ke situs dan kunjungan budaya seperti Leang-Leang yang sifatnya benda mati telah ada ribuan tahun dan komunitas Bissu yang manusia dari riwayat sejarah yang begitu panjang, serta kemudian situs Benteng Rotterdam.

Dari semua itu terjadi pengolahan input-input ini serta ada sesi berbagi metode artistik dan diskusi. Hasilnya adalah pementasan hari ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut