Biografi Imam Bukhari, Ahli Hadis yang Punya Karya Paling Sahih
Memiliki Daya Ingatan yang Kuat
Imam Bukhari
Imam Al Bukhari adalah seorang pelajar ilmu sejak usia dini. Dilaporkan bahwa dia menghafal seluruh Quran dalam waktu satu tahun ketika dia baru berusia enam tahun.
Ketika Imam Bukhari berusia sekitar 10 tahun, ia mengembangkan semangat yang luar biasa terhadap Hadis dan mulai menghafalnya. Dilaporkan bahwa Imam Bukhari adalah orang dengan ingatan fotografis dan dia hanya perlu membaca buku sekali dan setelah itu, tidak pernah dalam hidupnya, dia perlu melihat ke belakang.
Perjalanan Imam Bukhari Jadi Ahli Hadis
Pada usia 16 tahun, Imam Bukhari menghafal semua kompilasi utama hadis yang tersedia di Bukhara. Sekitar tahun 210 Hijriah Imam Bukhari pergi haji bersama ibu dan saudara laki-lakinya. Saat itu, berada di Makkah dan sekitarnya seperti kesempatan seumur hidup bagi para penuntut ilmu.
Imam Bukhari kemudian memutuskan untuk tinggal di Mekah untuk beberapa waktu dan sebagai hasilnya, ibunya kembali ke Bukhara dengan saudaranya tanpa dia. Imam Bukhari kemudian tinggal selama sekitar enam tahun di Makkah, Madinah, dan Hijaj dan mempelajari hadis dari semua ulama besar pada waktu itu.
Pada usia delapan belas tahun, Imam Bukhari menulis buku pertamanya yang berjudul Ilm-ul-Rijal yaitu Ilmu Manusia. Ini adalah buku 9 volume yang terdiri dari studi/biografi terperinci dari orang-orang yang meriwayatkan Hadis.
Ini adalah salah satu cabang yang paling rumit di bidang ilmu hadis dan dengan menulis buku ini pada usia dini Imam Bukhari menunjukkan bahwa ia akan memiliki dampak yang besar di bidang studi Islam dan nama serta ketenarannya dimulai. menyebar seperti api.
Imam Bukhari juga melakukan perjalanan ke Mesir, Suriah, Irak, Harat, Damaskus, dan banyak kota lainnya untuk belajar lebih banyak tentang literatur hadis dari para ulama raksasa dan senior pada masanya.
Dilaporkan bahwa Imam Bukhari menghabiskan lebih dari tiga puluh tahun berkeliling dunia Muslim untuk memperoleh pengetahuan. Jumlah total gurunya lebih dari 1000.
Pada saat itu Guru Hadis yang hidup dan tak terbantahkan di seluruh umat adalah Imam Ahmad bin Hanbal (wafat pada 241 Hijriah) yang menetap di Bagdad.
