Menilik Positif Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Dunia Bisnis
- Pixabay
Melihat kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan teknologi digital bukan berarti penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bisnis tidak memiliki dampak negatif.
Johanna Gani, CEO Grant Thornton Indonesia mengatakan teknologi informasi mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir, bahkan pandemi semakin mendorong inovasi teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung adaptasi bisnis agar tetap berjalan. “Namun pelaku bisnis juga perlu memahami bahwa tingginya ketergantungan bisnis akan teknologi tentu juga memiliki risiko yang membawa membawa dampak negatif akan usaha mereka,” ujar Johanna Gani dalam keterangannya yang diterima VoxPop, Selasa (15/11).
Ilustrasi media sosial.
- Freepik
Grant Thornton Indonesia merangkum beberapa potensi risiko dampak negatif TIK pada bisnis yang perlu diwaspadai sebagai berikut:
1. Kejahatan Siber
Kejahatan dengan memanfaatkan teknologi atau jaringan komputer secara online seperti pembajakan kartu kredit, penipuan online, dan sebagainya. Kejahatan yang bisa mendatangkan kerugian luar biasa besar bagi bisnis ini bahkan dapat terjadi lintas negara dan sering sulit dibuktikan secara hukum.
2. Pelanggaran Hak Cipta
Pelanggaran hak cipta juga seringkali menjadi salah satu pelanggaran yang disalahgunakan dari kemajuan TIK. Pelanggaran ini meliputi pembajakan software, penggandaan tanpa seizin pencipta karya, maupun pemakaian tanpa izin. Pelanggaran hak cipta sudah pasti merugikan produsen yang tidak mendapatkan keuntungan dari hasil karyanya dan merugikan konsumen jika mendapatkan produk dengan kualitas jauh dari produk asli.
3. Penyebaran Malware
Malware adalah program komputer yang sifatnya mencari kelemahan software. Kemajuan TIK juga dihantui risiko disalahgunakan oknum tertentu untuk membobol atau merusak sistem operasi maupun merusak software. Contoh malware adalah virus, worm, keylogger, trojan, spyware, dan sebagainya. Tentunya hal ini dapat berdampak langsung akan operasional bisnis sebuah perusahaan.
Goutama Bachtiar, IT Advisory Director Grant Thornton Indonesia mengatakan “Selain dari bertambahnya pengguna dan meningkatnya pemanfaatan TIK, di sisi lain risiko siber di berbagai industri juga meningkat. Dengan adanya pandemi COVID ini, organisasi sebaiknya mulai memfokuskan diri pada ketahanan siber, tidak lagi semata kepada keamanan siber. Bagi individu sebagai pengguna layanan TIK, agar tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan terbaru seputar seputar risiko siber/keamanan siber.”
“Dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi ini akan berdampak positif ataupun negatif tergantung dengan bagaimana kita menggunakan teknologi tersebut dengan bijak serta terus melakukan daya upaya dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menjaga segala risiko yang mungkin terjadi“, tutup Goutama.
