Stafsus Menag: Guru Jangan Puas Mengajar, Publikasi Pendidikan Juga Penting

Rapat Koordinasi dan Implementasi Program REP-MEQR (3) Angkatan 1 Tahun 2023.
Sumber :
  • Dok Kemenag RI

Purworejo – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama RI Wibowo Prasetyo menilai publikasi atas kegiatan positif pendidikan saat ini menjadi hal yang penting di era digital. Lewat publikasi secara tepat, maka manfaat pendidikan akan tersebar lebih luas serta bisa diakses mudah kapan pun dan di manapun. 

img_title Cerita Mendagri Tito Ungkap Biaya Pendidikan di Singapura Lebih Murah dari Indonesia

"Di era keterbukaan informasi saat ini, kita tidak hanya bertanggungjawab untuk menjalankan program dengan baik, tetapi kita dituntut juga untuk mempublikasikan hasilnya," ujar Wibowo saat memberikan pengarahan di depan ribuan guru dan tenaga pendidikan dalam Rapat Koordinasi dan Implementasi Program REP-MEQR (3) Angkatan 1 Tahun 2023 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu 11 Oktober 2023. 

“Ini menjadi cara yang bijak untuk memastikan bahwa program-program tersebut memiliki dampak yang lebih besar dan positif dalam masyarakat,” lanjutnya.

img_title Cara Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan Berkualitas bagi Generasi Muda

Menurut Wibowo, tidaklah sulit untuk mencari platform sebagai media menuangkan karya atau tempat publikasi. Sebab di era digital ini, tersedia banyak media berbasis internet yang bisa dimanfaatkan dengan optimal. 

"Untuk membuat konten multimedia yang menarik, saat ini pun juga tersedia banyak aplikasi, bahkan cukup diolah lewat smartphone. Jadi ini tergantung bapak, ibu guru semuanya mau beradaptasi dengan zaman atau tidak. Jika tidak pasti akan tertinggal," tandasnya. 

img_title Bos BGN Siap Laksanakan Putusan MK, Skema Anggaran MBG Bakal Dibahas Kemenkeu

Wibowo mengungkapkan, Proyek Realizing Education’s Promise–Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) atau Madrasah Reform memiliki peran strategis karena sebuah upaya kolaboratif yang luar biasa oleh Kementerian Agama sebagai upaya memberikan afirmasi dan menghadirkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. 

Proyek ini dilaksanakan dalam waktu lima tahun di mana akan berakhir pada 2024. Pelaksanaan proyek didanai oleh Bank Dunia sebesar Rp3,75 triliun (USD250 juta) dan dilaksanakan di seluruh Indonesia, yakni 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Untuk mencapai kesuksesan dalam proyek ini, menurut Wibowo, sangat dibutuhkan kolaborasi, komunikasi dan dedikasi. Atas dasar itu, dirinya mengajak guru, tenaga pendidikan dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama dan saling sinergi.

"Kita harus tetap fokus pada tujuan utama, yaitu memastikan bahwa madrasah kita, guru dan tenaga pendidikan kita memberikan pendidikan yang berkualitas tinggi kepada siswa-siswa," pintanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut