Gelar Konferensi Internasional, Universitas Atma Jaya Bahas Peluang AI dalam Ketahanan Lingkungan
- Istimewa
“Visi Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kemakmuran ekonomi tetapi juga tentang menciptakan
masa depan yang berkelanjutan bagi anak-anak kita dan generasi mendatang. Ini tentang memanfaatkan
kekuatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan inovasi di berbagai bidang,”
tutur Nezar Patria.
Sebagai konferensi internasional untuk akuntan pertama yang diadakan oleh UAJ, KIA XI mendapatkan dukungan dari beberapa sponsor yang meliputi Certified Public Accountant (CPA) Australia, PT Wijaya
Karya Beton Tbk (WIKA Beton), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Bank Ina, Gayatri, Asuransi
Wahana Tata.
“Dalam upaya untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan, melalui forum ini kami dengan antusias memandang potensi teknologi kecerdasan buatan untuk mendorong akuntan dalam pengembangan diri mereka dan memberikan dampak positif pada keberlanjutan lingkungan,” ucap oleh Rektor UAJ, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) melalui sambutannya di acara tersebut.
Lebih lanjut dalam konteks ini, Artificial Intelligence (AI) menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kemampuan AI dalam mengolah data dalam skala besar dan menganalisis pola-pola kompleks dalam lingkungan memungkinkan pengidentifikasian ancaman secara lebih akurat serta pemodelan dampak dari berbagai kebijakan lingkungan.
AI juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dan mengembangkan solusi-solusi inovatif dalam pengelolaan lingkungan.
Terkait dengan dunia akuntansi, pemanfaatan AI dalam konservasi lingkungan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengukuran, pelaporan, dan evaluasi efisiensi dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau entitas ekonomi lainnya terhadap lingkungan.
Dengan demikian, integrasi AI dengan bidang akuntansi dapat menjadi alat yang kuat dalam mendukung inisiatif menjaga keberlanjutan lingkungan.
Prof. Yuda juga mengajak pihak-pihak terkait serta rekanan dan pemangku kepentingan lain yang berpartisipasi untuk mendukung implementasi dari output yang dihasilkan oleh forum tersebut.
“Mari bersama-sama menjelajahi beragam kemungkinan baru untuk menghadapi tantangan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi AI yang berkelanjutan,” imbuh Prof. Yuda.
Kerjasama yang diusung oleh UAJ beserta IAI KAPd dan FDAPT DKI Jakarta melalui KIA XI tahun 2024
diharapkan dapat memberikan jawaban untuk menyelesaikan isu-isu aktual yang terjadi di dunia.
