Ngeri, Ini Hukum dan Balasan di Akhirat Bagi Orang yang Batalkan Puasa Secara Sengaja
- pixabay/ Serdar_A
Menariknya, dalam buku lain yang berjudul "Pengantar Filsafat Hukum Islam" karya Dr. Busyro, M.Ag. (2020:276), diungkapkan bahwa setiap perbuatan yang sengaja membatalkan puasa, seperti makan dan minum, akan dikenakan hukuman kifarat.
Balasan di Akhirat
Dalam konteks ajaran Islam, membatalkan puasa secara sengaja merupakan suatu tindakan yang sangat dilarang dan menghadapi konsekuensi serius di akhirat.
Sebagaimana dilaporkan oleh NU Online, ada ancaman dan siksaan yang menanti bagi orang yang nekat membatalkan puasa dengan sengaja di dunia. An-Nasa'i meriwayatkan sebuah hadits yang menggambarkan azab yang mengerikan bagi pelaku tindakan tersebut.
Hadits tersebut mengutip peristiwa di mana Rasulullah SAW bermimpi bahwa dua malaikat datang kepadanya dan membawa pundaknya.
Mereka kemudian membawanya ke suatu tempat di mana Rasulullah mendapati sekelompok orang yang digantung dengan tubuh mereka, mulut mereka terbelah dan mengeluarkan darah. Ketika Rasulullah bertanya tentang identitas mereka, malaikat menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang membatalkan puasa mereka sebelum waktunya.
Hadits ini memberikan gambaran yang menakutkan tentang azab yang menanti bagi mereka yang membatalkan puasa dengan sengaja. Mereka akan mengalami siksaan yang sangat pedih di akhirat, dengan tubuh mereka digantung dan mulut mereka terbelah, mengeluarkan darah sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran serius terhadap perintah Allah.
Artinya: Dari Abu Umamah berkata, 'Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: 'Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya: 'Siapa mereka?' Ia menjawab: 'Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa,'" (HR An-Nasa'i).
Dengan demikian, hadits ini menjadi peringatan serius bagi umat Islam untuk menjaga dan melaksanakan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan ketakwaan, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mengakibatkan kerugian di dunia maupun di akhirat.
Semoga kita semua dapat memahami pentingnya menjaga ketaatan kepada ajaran agama dan menghindari segala bentuk kemaksiatan.
