5 Pahala dan Keistimewaan untuk Wanita Hamil dalam Agama Islam
- Freepik/tirachardz
Tak cukup sampai sana, Rasulullah puasa di siang hari dan beribadah di malam hari.
Ini karena wanita muslimah yang tengah mengandung selalu membawa janin, amanah Allah, ke manapun mereka pergi. Oleh karena itu, sangat wajar jika wanita diberi pahala yang tinggi di sisi Allah.
4. Mati Syahid
Wanita hamil dianggap mati syahid jika mereka meninggal saat melahirkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Mati Syahid itu ada tujuh, selain mati terbunuh dalam perang fii sabilillah, yaitu: mati karena penyakit tha’un, mati karena tenggelam, mati karena penyakit lambung, mati karena sakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa reruntuhan, dan perempuan yang mati karena hamil atau melahirkan,” (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasai dan Malik).
Allah memberikan jaminan kepada wanita hamil yang meninggal saat hamil untuk memperoleh surga, seperti yang Dia janjikan kepada pria yang mati syahid di medan perang untuk membela agama Allah.
Fakta bahwa wanita yang meninggal selama kehamilan atau proses melahirkan berada dalam posisi yang sangat tinggi menunjukkan betapa mulianya harkat yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada wanita. Namun, jika kehamilannya disebabkan oleh perbuatan zina, wanita tersebut akan mati sia-sia.
Ilustrasi ibu hamil.
- Stocksnap
5. Berjihad di Jalan Allah
Berjihad di jalan Allah tidak hanya dilakukan oleh para tentara. Namun, pahala orang yang berjihad di jalan Allah akan dicatatkan bagi seorang wanita yang sedang mengandung ketika dia mulai merasa sakit untuk melahirkan.
