Kembangkan Obat Herbal, Fakultas Kedokteran UNS Gandeng Produsen Jamu

Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan Dekan Fakultas Kedokteran UNS Reviono usai penandatanganan MoU Kerjasama.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Fajar Sodiq (Solo)

Sementara itu, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBK, Irwan Hidayat mengatakan penandatanganan MoU kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UNS untuk mengembagkan ilu pengetahuan dan tekonologi di bidang jamu. Nantinya para mahasiswa yang menempuh pendidikan di fakultas kedokteran akan mempelajari terkait kegunaan tanaman-tanaman untuk obat tradisional maupun obat herbal.

img_title BSN Gandeng UNS Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Nasional

“Kalau dunia kedokteran ide saya dan nanti kerjasamanya supaya bisa diwujudkan itu di FK (fakultas kedokteran) diajarkan khasuat tanaman-tanaman ini dan kegunaannya. Jadi dipelajari, tugas saya nanti pabrik-pabrik atau Sido Muncul atau perusahan lain itu membuat bahan baku obat jadi yang misalnya single, jahe, temulawak, kunyit atau apa yang terstandar,” jelasnya.

Untuk memperkenalkan produk herbal di dunia kedokteran, Irwan mengaku telah puluhan kali hadir menjadi pembicara di fakultas kedokteran di sejumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Ia sangat bersyukur kehadirannya di berbagai forum untuk memperkenalkan maupun mempromosikan obat herbal maupun jamu itu tidak mendapatkan penolakan dari pihak fakultas tersebut.

img_title Bintang Toedjoe Kenalkan Gen Z Kekayaan Herbal RI dan Pentingnya Swamedikasi

“Saya berbicara di (FK) UNS ini sudah yang ke-51 kali di fakultas kedokteran terutama. Jadi saya sudah pergi ke mana-mana dan ini yang ke-51, saya berbicara di seminar fakultas kedokteran. Buat saya beruntung ya, saya diterima, saya boleh berbicara menjelaskan. Buat saya sebuah kehormatan hadir di fakultas-fakultas kedokteran,” ujar dia.

Salah satu dosen Fakultas Famasi UNS, Ratih Puspita Febrinasari menjelaskan dengan perkembangan penelitiaan saat ini telah banyak bahan-bahan herbal yang sudah dilakukan uji praklinik hingga uji klinik akhirnya berkembang menjadi fitofarmaka. “Perkembangannya luar biasa. Semakin ke sini fitofarmaka obat herbal terstandar juga semakin banyak gitu,” kata dia.

img_title Inhaler Viral Thailand Terkontaminasi Mikroba, Berpotensi Timbulkan Masalah Kesehatan

Menurut dia, obat herbal terstandar yang ada saat ini masih menjadi obat terapi tambahan atau terapi adjuvan, yakni obat terapi tambahan selain obat jadi. Sedangkan untuk fitofarmaka itu terdapat beberapa produk yang sudah menjadi obat terapi utama. Hanya saja ia tidak menyebutkan secara detail obat-obat herbal tersebut. “Obatnya macam-macam untuk fitofarmaka. Tambah sekarang, semakin ke sini semakin banyak ya,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut