Mau Kuliah di Inggris? Simak Hal Ini agar Tepat Pilih Kampus
- Istimewa
Program Oxbridge Applications aplikasi OxBridge (Oxford dan Cambridge) tersedia dalam dua pilihan layanan; Premier Service dan Individual Service. Untuk Premier Service, para calon mahasiswa/i akan mendapatkan sesi mentoring akademik secara pribadi bersama spesialis mata pelajaran lulusan dari Oxbridge.
Setiap tahunnya, sesi ini dilakukan secara langsung (in-person) di London saat libur musim panas. Mereka juga akan mendapatkan dukungan menyeluruh dari pembuatan personal statement, hingga kursus intensif yang dapat diikuti, seperti Premier Day dan Interview Preparation Weekend. Kursus ini dirancang untuk mempersiapkan mereka menghadapi proses aplikasi dan wawancara di salah satu Universitas bergengsi tersebut.
Sedangkan untuk Individual Services, calon mahasiswa/i dapat memilih satu dari banyak pilihan layanan yang ditawarkan, seperti dukungan untuk Personal Statement, Admission Test Support, persiapan Interview, atau persiapan menuju Admission Test dari UCAS. Menariknya, layanan dari program aplikasi Oxbridge ini dapat dilakukan secara online dan menawarkan 1 orang Direktur Studi berpengalaman untuk dipasangkan dengan siswa/i, serta adanya sesi kursus pribadi yang telah dirancang secara khusus.
Kristania, salah satu dari siswi Study in UK (SI-UK) Indonesia, menyebutkan juga bahwa pendampingan dari Study in UK (SI-UK) Indonesia membuatnya lebih percaya diri. “Saya diinfokan bahwa akan mengikuti berbagai macam ujian, seperti ujian MAT (Mathematics Admissions Test) untuk program matematika dan ujian TSA (Thinking Skills Assessment) untuk program sains sosial dan humaniora. Untuk mendaftar di University of Oxford juga, saya harus memiliki nilai 6.0 untuk IELTS (International English Language Testing System) dan rata-rata nilai belajar diatas 90%. Ini membuat saya memiliki persiapan belajar yang sangat matang dari sisi akademis dan emosional,” ungkapnya.
Survei US News and World Report tahun 2024 menyebutkan bahwa UK telah menjadi destinasi pendidikan kedua terbaik di dunia. Data Statista tahun 2022 mencatat pelajar Indonesia yang melanjutkan kuliah ke negara ini mencapai sebanyak 3,087 orang.
“Salah satu daya tariknya adalah durasi program belajar yang relatif singkat; untuk level sarjana (undergraduate), hanya membutuhkan waktu 3 tahun, dan untuk pasca sarjana hanya membutuhkan waktu 1 tahun. Selain itu, adanya peluang bekerja paruh waktu di luar kampus dan paid internship selama satu tahun, serta kesempatan memiliki izin tinggal selama 2 tahun bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya, untuk mencari pengalaman kerja di Inggris Raya,” tutup Gianti.
