Mencetak Pemimpin Masa Depan Lewat Kegiatan Simulasi Sidang PBB
- Istimewa
“Acara ini memang dibuat sebagai wadah latihan akademis. Namun demikian, kami berharap bahwa dengan rumitnya permasalahan yang dapat dipelajari dari negosiasi antar negara, kami dapat memfasilitasi diskusi yang substantif, inklusif, dan penuh kasih,” tambahnya.
![]()
Acara ini telah dimulai pada 25 Oktober 2024 dengan Technical Meeting yang dihadiri oleh seluruh peserta, dan beberapa guest speaker hadir untuk berbagi wawasan berharga. Salah satunya adalah Biondi Sanda Sima, konsultan pemerintahan digital untuk World Bank, yang menyampaikan kesannya akan acara tahun ini. “Ini adalah pertama kalinya saya menghadiri acara model PBB untuk tingkat sekolah menengah atas. Sekitar satu dekade lalu, saya pernah berpartisipasi di MUN, saat saya kuliah,” katanya.
“Melihat orang-orang di usia yang sangat muda sudah sangat sadar akan isu-isu global dan sangat bersemangat untuk bertemu orang-orang baru, membangun kepentingan bersama, dan mengasah keterampilan negosiasi mereka. Sejujurnya, ini adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat di tempat lain. Saya sangat bangga dengan setiap siswa yang terlibat, atas kehadiran dan pengelolaan acaranya,” tambahnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya technical meeting ini juga dilengkapi dengan MUN 101, untuk membekali para peserta dengan berbagai peraturan dan prosedur acara. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan pada tanggal 30-31 Oktober 2024, dimulai dengan Opening Ceremony yang menghadirkan para pembicara tamu lainnya, menambah semarak suasana HighScope Model United Nations. Salah satunya adalah Bapak Caka Alverdi Awal, Direktur Keamanan Internasional dan Disarmament di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, yang menekankan bahwa pengertian yang mendalam mengenai berbagai isu global memiliki peran signifikan dalam diplomasi, terutama dalam pengambilan keputusan.
“Negosiasi itu sangat esensial; memahami kepentingan kita dan memperjuangkannya melalui dialog yang efektif merupakan kunci. Terutama untuk menavigasi isu-isu internasional, penting sekali untuk membangun kesadaran kalian dengan melibatkan beragam sumber daya seperti media dan literatur. Membaca tidak hanya akan memperluas perspektif kalian, tetapi juga memperdalam pemahaman kalian semua mengenai topik-topik kompleks,” katanya.
Selama sesi komite, setiap peserta atau delegasi akan memiliki kesempatan untuk menjelaskan sikap negaranya tentang masalah yang dibahas, mempertahankan argumen dan hak negaranya, dan berusaha untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara lain untuk resolusi yang mereka rumuskan. Acara HSMUN berakhir dengan Upacara Penutupan yang beragendakan antara lain penyerahan penghargaan bagi Delegasi Terbaik, Penghargaan Kehormatan, Delegasi Luar Biasa, Makalah Posisi Terbaik, Penghargaan Lisan, dan Petunjuk Terbaik.
