Santri IT asal Bogor Ajarkan Membuat Game kepada Pelajar di Mesir

Siswa IDN Jonggol mengajar IT di aekolah Kairo Mesir
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Muhammad AR (Bogor)

Bogor, VoxPop – Demi membagikan ilmu IT (Informasi Teknologi) yang mereka kuasai, sebanyak 6 siswa santri asal SMP dan SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School, Bogor, Jawa Barat, mengikuti program IDN mengajar. Dalam program yang sudah lama dicetuskan sejak sekolah ini berdiri, para siswa mengajarkan membuat game hingga membuat website.

img_title Santri-Pengajar Pesantren Darul Amanah Kendal Bakal Kunjungan Kebangsaan ke Istana Negara

Kepala Sekolah IDN Boarding School, yang mendampingi para siswa, Salim Hartono, menyampaikan bahwa siswa IDN ke Mesir dalam rangka program IDN Mengajar. IDN Mengajar adalah program yang didesain oleh IDN Boarding school dengan tujuan untuk memberikan kemanfaataan seluas-luasnya dengan cara membagikan ilmu yang sudah dipelajari di sekolah.

Program IDN Mengajar di Mesir diikuti oleh 6 santri berbakat dari SMP dan SMK IDN. Mereka yang terpilih mengisi materi selama di negeri piramida tersebut, antara lain Muhammad Rafi Akmal, Muhammad Athallah Arifin, Arkan Faiz Prastowo, Muhammad Rahesya Azfar, Zahran Putra Thisa, dan Abyasa Basla Wismaya. 

img_title Wamensos Ungkap Pesan Prabowo Buat Ratusan Baru Siswa Sekolah Rakyat di Semarang

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Photo :
  • Analytics Insight

"Untuk sekolah yang diajar, itu ada Sekolah Indonesia Cairo. Untuk siswa yang diajar itu mulai dari kelas 5 SD sampai kelas 12 SMA. Untuk materi yang diajarkan dari mulai game development menggunakan scratch, membuat personal website, membuat desain UI/UX," ujar Salim diwawancarai VoxPop, Jumat, 15 November 2024.

img_title Sahroni Tegaskan Komisi III DPR Akan Kawal Kasus Pembakaran Santri Sampai Pelakunya Masuk Penjara

Salim menjelaskan, Program IDN Mengajar baru pertama kali diadakan di Mesir. Untuk yang ke negara lain khususnya negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Filiphine sudah dimulai sekitar tiga tahun lalu. Selain itu, IDN mengajar juga pernah ke Arab Saudi dan Jepang, dalam progam IDN Backpaker. Meski berbeda dengan program IDN Backpacker, kata Salim, perjalanan itu akan menjadi perjalanan yang memberikan pengalaman luar biasa bagi para santri.

"Selain mengasah ilmu kami di bidang IT, kami juga berupaya untuk memperluas jaringan kami, berkenalan dengan orang baru dan membangun hubungan positive seluas-luasnya ke penjuru dunia," ujarnya.

Selain mengajar, siswa juga akan mengunjungi Masjid Al- Azhar untuk ikut kajian bersama syaikh. Setelah itu berkunjung ke museum-museum untuk mempelajari peradaban Mesir. Siswa SMP IDN, Abyasa Bahwa Wismaya, mengungkapkan alasannya mengikuti progam mengajar. Selain senang bisa membagikan ilmu IT yang ia pelajari kepada siswa di Kairo, progam ini juga bermanfaat untuk mengembangkan relasi di dunia IT.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut