Universitas Indonesia Resmi Kukuhkan Prof Dr dr Yunia Irawati sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran
“Di sinilah pendekatan okuloplastik-rekonstruksi (atau bedah plastik dan rekonstruksi pada ilmu kesehatan mata) memiliki peran besar! Sayang, implementasinya masih menemui persepsi yang keliru,” sambung Prof. Dr. dr. Yunia Irawati, SpM(K).
“Okuloplastik-rekonstruksi dianggap untuk kebutuhan estetika saja. Padahal cakupannya jauh lebih luas, termasuk pemulihan fungsi vital jaringan yang rusak. Bukan hanya itu, pembiayaan untuk prosedur ini juga masih terkendala lantaran dianggap tidak esensial oleh asuransi kesehatan,” jelasnya.
Sebagai upaya memberikan solusi, Prof. Dr. dr. Yunia Irawati, SpM(K), sebelumnya telah berhasil melahirkan inovasi teknik modifikasi tarsorafi (disebut Teknik Yunia) yang lebih ekonomis untuk penanganan lagoftalmus pada penderita lepra.

Teknik Yunia terbukti sama efektifnya dengan metode gold weight implant - yang paling sering digunakan untuk menangani lagoftalmus pada penderita lepra. Temuan ini telah mengantarkan Prof. Dr. dr. Yunia Irawati, SpM(K) meraih gelar doktor pada 2021 lalu.
Tak hanya di ranah akademik dan klinis, Prof. Dr. dr. Yunia Irawati, SpM(K) turut menggagas KATAMATAKU UI berupa pendampingan kesehatan yang komprehensif bagi pasien, mantan penderita dan komunitas lepra di Indonesia.
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan, menghapus stigma yang melekat, dan mendukung terciptanya masyarakat yang inklusif.
Sejak diprakarsai pada 2018, pelaksanaan KATAMATAKU UI melibatkan kolaborasi lintas fakultas di Universitas Indonesia dan mencakup tiga aspek utama: 1) Kesehatan, 2) Anti-stigma, dan 3) Agro-ekonomi.
Aspek kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Aspek anti-stigma berupa edukasi untuk mencegah diskriminasi terhadap penderita lepra; melalui peningkatan pemahaman masyarakat bahwa lepra bukanlah penyakit kutukan, melainkan infeksi bakteri yang dapat diobati dan dikelola secara medis.
Prof. Dr. dr. Yunia Irawati, SpM(K)
Sementara, aspek agro-ekonomi berupaya memberdayakan pasien, mantan penderita dan komunitas lepra melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan sebagai upaya peningkatan ekonomi mereka.
Selain berkolaborasi lintas rumpun di Universitas Indonesia, KATAMATAKU UI juga menjalin kerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, dan non-government organization (NGO).
Pendekatan lintas sektor ini memungkinkan KATAMATAKU UI menjadi program yang tidak hanya bersifat interdisipliner, tetapi juga multisektoral, untuk menjawab kebutuhan pasien, mantan penderita, dan komunitas lepra secara menyeluruh.
