MHM Dorong Generasi Muda Gunakan Ilmu dan AI untuk Kemanusiaan
- Istimewa
Bandung, VoxPop – Majelis Hukama Muslimin (MHM) kantor cabang Indonesia menggelar Harmony Camp yang diikuti 40 pemuda lintas agama. Mereka diajak berdiskusi di Eco Learning Camp, Bandung, selama empat hari, 24–27 Februari 2025, membahas penguatan persaudaraan manusia, aksi iklim dan pelestarian lingkungan, serta pemanfaatan Artificial Intteligence (AI).
Direktur MHM kantor Cabang Indonesia, Muchlis M Hanafi mengajak generasi muda untuk lebih sadar akan perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan pesat dalam teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi umat manusia.
“AI sekarang bukan sekadar tren teknologi, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, mulai dari dunia pendidikan, industri, kesehatan, hingga ekonomi,” terang Muchlis M Hanafi saat berbicara dalam sesi Open Forum Interconnectedness pada hari terakhir Harmony Camp, Kamis 27 Februari 2025.
Bergabung juga sebagai narasumber, Anggota Komite Eksekutif MHM Dr. TGB M. Zainul Majdi, MA dan Koordinator GreenFaith Indonesia yang juga aktivis lingkungan dari Muhammadiyah Hening Parlan.
“Anak-anak muda harus lebih sadar akan perkembangan AI dan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator yang mampu memanfaatkannya untuk kemanusiaan,” sambungnya.
Indonesia saat ini sedang menyongsong bonus demografi. Presentasi usia produktif sangat tinggi seiring jumlah generasi muda yang sangat banyak. Muchlis M Hanafi mengajak generasi muda untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna membangun peradaban yang lebih adil dan manusiawi, mengokohkan persaudaraan dan perdamaian, bukan untuk memperburuk ketimpangan sosial atau merusak tatanan kemanusiaan.
“Mari kita manfaatkan AI dan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai etika dan moral, agar tidak hanya menciptakan inovasi, tetapi juga membangun dunia yang lebih berkeadilan,” sebutnya.
Bergerak untuk Perubahan
Empat hari di Eco Camp Bandung, peserta Harmony Camp berkumpul dan hidup bersama dengan latar belakang yang berbeda. Mereka dipertemukan oleh tujuan yang sama, yaitu: membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Hal ini sebagaimana yang selalu digaungkan Majelis Hukama Muslimin di bawah kepemimpinan Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayyeb, untuk terus menebarkan kasih sayang dan kebaikan bagi seluruh umat manusia.
