Menanamkan Sikap Toleransi Sejak Dini

Ilustrasi kegiatan lintas agama bertajuk PTR (Peace, Tolerance, Respect).
Sumber :
  • Istimewa

Dalam pelaksanaannya, aktivitas siswa terbagi menjadi dua kategori: aktivitas yang sesuai dengan latar belakang agama masing-masing dan aktivitas gabungan yang melibatkan seluruh siswa tanpa memandang perbedaan keyakinan. Rangkaian kegiatan PTR ini berlangsung di seluruh Sekolah HighScope Indonesia (Alfa Indah, Bali, Bintaro, Bengkulu, Denpasar, Kelapa Gading, Medan, Palembang, Rancamaya, dan TB. Simatupang) dimulai dari program Sekolah Dasar di kelas 4 (empat) sampai dengan tingkat Sekolah Menengah Atas.

img_title Kisah Dakwah Dai 3T Asal Bogor di Tengah Warga Muslim di Pedalaman Toraja Utara

Sekolah mewajibkan siswa sekolah dasar dan menengah untuk mengikuti kegiatan ini selama 2 (dua) hari, 1 (satu) malam di sekolah. Siswa sekolah menengah atas mengikuti PTR selama sehari penuh, dari pagi hingga selesai shalat tarawih. PTR terbagi atas dua sesi: sesi lintas agama dan sesi agama masing-masing. Sesi lintas agama menghadirkan pembicara yang mengangkat nilai-nilai universal dimiliki semua agama, misalnya menunjukkan sikap taqwa kepada Tuhan YME dengan cara menghargai sesama makhluk hidup.

Kemudian siswa akan mengikuti sesi agama masing-masing. Sebagai ilustrasi, saat siswa beragama Islam menjalankan sholat Isya dan Tarawih berjamaah, siswa beragama Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Buddha mengikuti sesi pendalaman iman di ruang terpisah. Dalam sesi ini, mereka mendapatkan bimbingan dari pemuka agama yang diundang sebagai pembicara tamu.

img_title PBB Tetapkan Masjid Istiqlal Jadi Model Masjid Masa Depan

Diskusi yang berlangsung berfokus pada bagaimana nilai-nilai keimanan tercermin dalam tindakan sehari-hari, khususnya dalam membangun semangat toleransi dan solidaritas di tengah era digital saat ini. Di Sekolah HighScope Indonesia TB. Simatupang, kegiatan PTR dibuka dengan sesi Opening, Hopes & Dreams, dan Ice Breaking yang diikuti oleh seluruh siswa. Kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow dengan H. Mukhibullah Ahmad S.H (Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian), Rizkiana Alba M.Ed (Wahid Foundation), dan Miftahul Khoir (Global Peace Foundation Indonesia).

img_title Kemenag Targetkan Tahun 2025 Ada 1000 Kampung Moderasi Beragama yang Rampung

Pembicara tamu lainnya meliputi entertainer dan motivational speaker Abu Marlo (H. Riza Abusofyan) S.E, MBA (Sekolah HighScope Indonesia Kelapa Gading), pendiri dari Ragam Foundation Nicholas Kimaan (Sekolah HighScope Indonesia Bali), perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan Wulan Dayu, S.E., M.E (Sekolah HighScope Indonesia Medan), perwakilan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Rahmat Bahtiar, S.Sos, M.Si (Sekolah HighScope Indonesia Palembang), dan Penyuluh Agama Buddha dan Kanwil Kemenag Bengkulu Yulius Adinata, S.Pd.B (Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut