Sering Membunyikan Leher? Hati-hati Bisa Berujung Stroke
- Pixabay
Jakarta, VoxPop – Bagi banyak orang, membunyikan leher saat lelah memberi sensasi lega. Suara ‘krek’ yang keluar saat itu seolah menandakan ketegangan yang terlepas. Namun, hati-hati kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan.
Spesialis orthopedi dan traumatologoi memperingatkan bahwa kebiasaan membunyikan leher, apalagi dengan cara yang kasar atau terlalu sering, bisa merusak struktur halus di area leher atau cervical spine. Bahkan dalam kasus yang sangat jarang, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius seperti robekan arteri atau arterial dissection hingga bahkan stroke.
Lantas apa yang sebenarnya terjadi ketika membunyikan leher? Melansir laman Times of India, Rabu 5 November 2025, saat bunyi suara ‘krek’ terdengar ketika meregakan leher ternyata bukan berasal dari tulang, melainkan dari proses fisiologis di dalam sendi sinovial. Sendi jenis ini terbungkus oleh kapsul berisi cairan yang berfungsi melumasi dan mempermudah pergerakan antar tulang. Ketika sendi ditarik melebihi batas normalnya, tekanan negatif terbentuk di dalam kapsul, menyebabkan gas terlarut di dalam cairan sinovial dilepaskan secara tiba-tiba.
Selain itu, suara ‘krek’ saat membunyikan leher juga bisa disebabkan oleh pergeseran ligamen atau tendon di atas permukaan tulang, atau pemisahan ringan antara kulit dan jaringan ikat (fascia) di bawahnya. Meskipun membunyikan leher sesekali biasanya tidak berbahaya, kebiasaan melakukannya berulang-ulang dapat menimbulkan tekanan pada jaringan di sekitarnya, sehingga berpotensi melemahkan ligamen yang berfungsi menstabilkan tulang leher. Keseimbangan alami tubuh antara fleksibilitas dan kestabilan bisa terganggu, sehingga seseorang lebih rentan mengalami ketidakstabilan struktural dan rasa tidak nyaman kronis.
Bahaya Membunyikan Leher Terlalu Sering
Penelitian di bidang muskuloskeletal menunjukkan bahwa tindakan membunyikan leher secara berulang dan disengaja dapat menyebabkan kerusakan kumulatif pada sendi dan pembuluh darah. Manipulasi berlebihan bisa meregangkan ligamen yang menjaga posisi tulang belakang, menyebabkan kelonggaran sendi atau joint laxity, yakni kondisi ketika sendi menjadi terlalu longgar dan mudah cedera. Akibatnya, saraf di sekitar leher bisa terjepit dan menimbulkan cervical radiculopathy, yang ditandai dengan nyeri menjalar, kesemutan, atau kelemahan pada bahu dan lengan.
