Waspada Influenza pada Anak, Perilaku Orang Tua Bisa Memperburuk Keadaan
- freepik
Jakarta, VoxPop – Influenza kembali menjadi salah satu penyakit musiman yang mendapat perhatian tenaga kesehatan, terutama karena tingginya kasus pada anak-anak. Sebagai infeksi akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru, influenza atau flu dapat menyebar dengan sangat cepat melalui droplet saat seseorang batuk, bersin, atau bahkan berbicara.
Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi karena sistem imun yang masih berkembang serta aktivitas sehari-hari yang membuat mereka lebih sering terpapar lingkungan dan kontak sosial. Scroll lebih lanjut yuk!
Pakar kesehatan anak mengingatkan bahwa perilaku orang tua turut mempengaruhi penyebaran flu di sekolah maupun fasilitas umum.
"Banyak ortu yg usahakan anak lg sakit demam mau masukin ke sekolah. Harusnya tunggu 1x24 jam bebas demam dan tanpa obat karena sebenarnya ketika dia masuk, anak demam malem paginya reda terus minta sekolah, akhirnya dibawa ke sekolah, Itu bisa menyebarkan," jelas Spesialis Anak Eka Hospital Depok, dr. Nadine Shakina Tabit, Sp.A, dalam acara media meet-up di Jakarta, Selasa 25 November 2025.
Spesialis Anak Eka Hospital Depok, dr. Nadine Shakina Tabit, Sp.A
- VoxPop/Rizkya Fajarani Bahar
"Apapun sakitnya minimal 1x24 jam bebas demam baru bisa beraktifitas tanpa demam. Jadi itu bisa menularkan apalagi masih disertai proses penyembuhan," tambahnya.
Penyebab Influenza pada Anak
Influenza disebabkan oleh virus influenza yang terbagi dalam tiga tipe utama. Tipe A merupakan penyebab terbanyak wabah musiman, sementara tipe B menyebabkan gejala lebih ringan namun tetap menular. Tipe C jarang menimbulkan gejala berat.
Penularan pada anak dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, hingga berada di ruangan dengan ventilasi buruk. Virus bahkan dapat bertahan di permukaan benda hingga 24 jam, sehingga risiko penyebarannya sangat tinggi.
Gejala Influenza yang Perlu Diwaspadai
Gejala flu umumnya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus. Demam tinggi di atas 38°C, hidung berair atau tersumbat, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, hingga tubuh terasa sangat lemas merupakan gejala yang paling sering muncul.
Pada anak kecil atau balita, gejala dapat berwujud rewel, sulit tidur, muntah, diare, hingga kehilangan nafsu makan. Orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi fisik anak selama masa sakit.
