Rekomendasi Wisata Religi Umat Katolik di Kediri

Gereja Puhsarang
Sumber :
  • Ist

VoxPop – Kediri dikenal sebagai kota yang sarat sejarah dan spiritualitas. Namun di antara banyak destinasi religiusnya, ada satu kawasan yang selalu memikat para peziarah dari berbagai daerah, yakni kompleks Gereja Puhsarang. Di lereng Gunung Wilis yang sejuk dan tenang, para pendoa tak hanya menemukan tempat beribadah, tetapi juga ruang hening yang mengajak mereka kembali berdialog dengan diri sendiri.

img_title BCA Syariah Bongkar 3 Produk Unggulan untuk Umrah dan Wisata Religi

Di balik kemegahan jalur ziarah dan keramaian Gua Maria Lourdes, terdapat sebuah sudut yang tidak banyak disadari pengunjung, Pondok Rosario Nazareth. Lokasinya tak jauh dari jalur utama, namun suasananya jauh lebih hening dan intim. Banyak umat mengenalnya sebagai “tempat Bunda beristirahat”, sebuah ruang kecil yang membawa pengalaman spiritual yang berbeda dari tempat lain di Puhsarang.

Ruang Sunyi yang Menyatukan Doa dan Ketulusan

img_title Indonesia Jadi Pengirim Jemaah Haji Terbanyak Tahun 2025, Industri Asuransi Perjalanan Religi Cuan

Pondok Rosario Nazareth menghadirkan suasana yang digambarkan mirip dengan rumah Nazareth, sederhana, tenang, dan penuh kelembutan. Di dalamnya, doa rosario dipanjatkan tanpa hiruk-pikuk, membiarkan setiap peziarah merenungkan perjalanan batinnya sendiri. Pada bulan Mei dan Oktober, tempat ini ramai dikunjungi umat karena bertepatan dengan Bulan Maria dan Bulan Rosario.

Di area kecil ini terdapat tiga pondok doa, masing-masing melambangkan rangkaian rosario, Peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih, dan Peristiwa Mulia. Berbeda dengan suasana di Gua Maria Lourdes yang menjadi pusat devosi, Pondok Rosario menawarkan pengalaman doa yang jauh lebih personal. Banyak peziarah datang bukan untuk meminta sesuatu, tetapi untuk menyerahkan beban hati yang mereka bawa.

img_title Melihat Sejarah Islam dan Arab Saudi di Tayebat Museum, Cuma 1 Jam dari Makkah

Doa Tengah Malam: Ritual Senyap yang Menyentuh Batin

Salah satu tradisi tak tertulis yang telah berlangsung selama bertahun-tahun adalah doa tengah malam. Pada malam-malam tertentu, terutama Jumat Legi atau Selasa Kliwon, pengunjung memilih menunggu hingga larut untuk berdiam di pondok ini. Tidak ada liturgi formal, tidak ada paduan suara. Hanya lilin kecil dan udara malam yang dingin, menyisakan ruang untuk kontemplasi terdalam.

Beberapa memegang rosario, beberapa hanya menutup mata sambil merapalkan doa pelan, dan tak sedikit yang akhirnya menangis melepaskan beban.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut