Penelitian di Indonesia Mulai Soroti Pemanfaatan AI di Bidang Kesehatan
- www.pixabay.com/Prylaler
Selaras dengan kebutuhan ekosistem riset yang lebih kokoh, RKSA 2025 menerapkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media.
Ketua Panitia, Jimmy Susanto, menyebut bahwa pendekatan ini diperlukan untuk mempercepat komersialisasi hasil riset.
“Tujuan keterlibatan ini adalah memastikan hasil riset dapat dibawa ke tahap komersialisasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Komitmen untuk Riset Kesehatan Nasional
Melalui RKSA yang telah berlangsung sejak 2008, dukungan terhadap peneliti Tanah Air diharapkan dapat melahirkan inovasi yang relevan bagi masyarakat. Tahun ini, keberadaan dua proyek berbasis AI memperlihatkan arah baru yang semakin kuat dalam perkembangan riset medis di Indonesia.
Irawati menegaskan kembali harapan tersebut.
“Kami berharap proses hilirisasi ini dapat menghasilkan produk serta jasa yang mampu menyehatkan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
