Ternyata Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Stop Makan Daging, Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan!
- ist
”Semua makanan ini merupakan prebiotik yang sangat baik untuk menutrisi dan memperbanyak mikroba baik di usus,” kata dia.
Mengatasi gas dan perut kembung di awal perubahan pola makan
Perubahan pola makan secara mendadak memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman sementara. Dr. Reddy menjelaskan, saat seseorang beralih dari pola makan non-vegetarian ke vegetarian, bakteri usus membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan peningkatan serat dan karbohidrat kompleks. Komponen-komponen ini mengalami proses fermentasi di usus, yang secara alami menghasilkan gas.
Ia menegaskan bahwa setelah tubuh menyesuaikan diri, biasanya keluhan seperti kembung dan sering buang gas akan mereda. Untuk membantu proses adaptasi, Dr. Reddy menyarankan untuk menaikkan konsumsi serat secara bertahap, minum cukup cairan, dan menambahkan makanan berprobiotik.
Manfaat jangka panjang dan potensi risiko
Melihat manfaat jangka panjangnya, Dr. Reddy menyebut bahwa pola makan vegetarian yang seimbang terbukti berkaitan dengan kesehatan kardiometabolik yang lebih baik. Menurutnya, pola makan vegetarian yang seimbang membantu menurunkan kolesterol LDL, tekanan darah, risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes tipe 2. Pola makan seperti ini juga berhubungan dengan penurunan angka penyakit serta kematian akibat masalah kardiovaskular.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pola makan vegetarian yang tidak direncanakan dengan baik atau pola makan vegan yang terlalu ketat berisiko menyebabkan kekurangan vitamin B12, zat besi, kalsium, dan lemak omega-3. Kekurangan nutrisi ini dapat meningkatkan risiko patah tulang, stroke hemoragik, atau masalah metabolik seperti resistensi insulin dan dislipidemia. Karena itu, memastikan asupan nutrisi tetap seimbang menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan usus dan tubuh dalam jangka panjang.
