Atalia Praratya Gugat Cerai Ridwan Kamil, Ini 7 Fakta yang Jarang Diketahui soal Perceraian Setelah Lama Menikah
- Tangkapan layar Instagram @ridwankamil
2. Faktor risiko terbesar perceraian
Studi terbaru menunjukkan bahwa mereka yang pernah bercerai sebelumnya lebih berisiko bercerai lagi, begitu pula mereka yang pernikahannya relatif singkat. Baby Boomer kini memasuki usia rawan gray divorce dengan latar belakang lebih banyak perceraian di masa muda.
Di atas usia 50 tahun, tingkat perceraian pada pernikahan kedua atau berikutnya 2,5 kali lebih tinggi dibanding pernikahan pertama. Bahkan, pernikahan ulang yang berusia di bawah 10 tahun hampir 10 kali lebih berisiko berakhir dibanding pernikahan yang bertahan 40 tahun atau lebih.
3. Kondisi ekonomi
Ini bertentangan dengan anggapan lama bahwa keterbatasan finansial membuat pasangan yang tidak bahagia tetap bersama. Memang ada pasangan yang tidak mampu bercerai atau hidup terpisah. Namun, studi menunjukkan bahwa mereka yang bercerai di usia lanjut justru lebih jarang memiliki gelar sarjana atau pekerjaan.
Salah satu studi menekankan bahwa pengangguran bukan pensiun sering muncul pada pasangan yang bercerai di usia tua. Tekanan finansial akibat ketidakpastian kerja bisa meretakkan pernikahan usia paruh baya.
Di sisi lain, pasangan yang lebih mapan mungkin punya lebih banyak yang dipertaruhkan jika bercerai, atau memiliki sumber daya untuk mempertahankan pernikahan yang kurang ideal, misalnya lewat konseling atau menjalani kehidupan yang relatif terpisah namun stabil.
4. Biasanya berakar dari masalah lama.
Pernikahan yang telah berjalan puluhan tahun jarang berakhir karena keputusan spontan. Bagi pasangan lain, dendam atau masalah yang tak pernah terselesaikan selama puluhan tahun menjadi pemicunya
5. Anak tetap terdampak perceraian orang tua, berapa pun usianya.
Meski banyak pasangan menunggu anak-anak dewasa sebelum bercerai, perceraian tetap berat bagi anak di segala usia dan bisa merusak hubungan orang tua dengan anak dewasa. Sebuah studi menemukan bahwa anak perempuan dewasa cenderung menyalahkan ayah atas gray divorce. Perubahan dinamika keluarga misalnya ibu yang bercerai menjadi lebih bergantung pada anak juga dapat memengaruhi hubungan tersebut.
6. Rasa duka bisa bertahan lama setelah pernikahan berakhir.
Bahkan ketika kedua pihak sepakat bahwa berpisah adalah pilihan terbaik, rasa kehilangan tetap ada. Setelah kemarahan mereda, mantan pasangan bisa tetap merindukan hal-hal baik yang pernah ada meski tak ingin kembali.
