Takut Buang Air Besar di Toilet Umum atau di Toilet Kantor? Hati-hati Kamu Bisa.....

Ilustrasi buang air besar (BAB).
Sumber :
  • vstory

VoxPop – Bagi kebanyakan orang, kebiasaan buang air besar setiap hari bukanlah hal yang perlu dipikirkan terlalu dalam. Namun bagi sebagian orang, kebutuhan untuk buang air besar di toilet umum atau di tempat kerja justru bisa memicu rasa cemas dan stres berlebihan.

img_title Tinjamu Mengapung di Toilet? Pertanda Masalah Serius?

Kondisi ini dikenal sebagai parcopresis, atau sering disebut shy bowel. Ini adalah gangguan yang membuat penderitanya sulit buang air besar di toilet umum atau saat ada orang lain di sekitarnya.

Ketika terpaksa menggunakan toilet di luar rumah, penderita bisa mengalami jantung berdebar cepat, keringat berlebih, mual, gemetar, hingga kesulitan mengeluarkan tinja.

img_title Penting, Ini Tips Ajarkan Si Kecil Kenalkan Penggunaan Toilet

Para psikolog mengategorikan kecemasan buang air besar sebagai salah satu bentuk gangguan kecemasan sosial. Sebuah penelitian di Australia yang dipublikasikan pada 2019 menemukan bahwa para penderitanya cenderung memiliki pola pikir negatif tentang diri sendiri, misalnya, ’Jika aku gagal dalam pekerjaanku, berarti aku gagal sebagai manusia’.

Intinya, orang dengan kecemasan buang air besar takut dihakimi oleh orang lain. Kondisi ini sangat tidak menyenangkan dan diperkirakan dialami oleh satu dari tujuh orang.

img_title Kenali Gejala Tersembunyi Kanker Pankreas, Sering Diabaikan Namun Mematikan

Melansir laman The Sun, Jumat 19 Desember 2025, sebuah studi terhadap 714 mahasiswa di Australia menunjukkan bahwa lebih dari 14 persen responden menghindari toilet umum karena alasan kecemasan. Sementara itu, sekitar 3 persen lainnya menghindari toilet umum karena takut terkontaminasi kuman.

Menahan buang air besar dapat membuat tinja menjadi lebih keras dan kering di usus besar karena semakin banyak air yang terserap. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa berujung pada sembelit kronis.

Sembelit kronis meningkatkan risiko tiga masalah serius, yaitu:

  1. Perdarahan akibat wasir, yakni benjolan di dalam atau sekitar anus
  2. Nyeri akibat fisura ani, yaitu robekan pada lapisan anus
  3. Prolaps rektum, kondisi ketika sebagian usus besar keluar melalui anus

Jika tidak ditangani, masalah-masalah tersebut dapat berujung pada inkontinensia feses, yaitu ketidakmampuan menahan buang air besar.

Selain menimbulkan rasa sakit yang hebat, parcopresis dalam kasus ekstrem juga bisa berakibat fatal. Seorang remaja perempuan bernama Emily Titterington (16 tahun) meninggal dunia setelah delapan minggu tidak buang air besar, yang menyebabkan rongga dadanya tertekan dan organ-organ tubuhnya bergeser. Remaja asal Cornwall yang memiliki fobia terhadap toilet itu meninggal akibat serangan jantung pada 2013.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut