Tak Hanya Anak, Grooming Juga Bisa Menyasar Orang Tua
- Ist
Beberapa tanda grooming pada orang tua antara lain, seseorang yang terlalu sering menawarkan diri menjaga atau mengantar anak, ingin terlibat dalam urusan pribadi keluarga, memberikan pujian berlebihan terhadap cara orang tua mendidik anak, atau berusaha melanggar batas sosial dengan dalih kebaikan. Ada pula pelaku yang mencoba menjalin kedekatan emosional atau romantis dengan orang tua demi membuka akses ke anak.
Jika seseorang membuat Anda merasa tidak nyaman, meski sulit dijelaskan alasannya, perasaan itu patut dipercaya.
Grooming Bisa Dilakukan Siapa Saja
Pelaku grooming tidak selalu orang asing. Justru dalam banyak kasus, mereka berasal dari lingkungan terdekat: kerabat, teman keluarga, tetangga, guru, pelatih, hingga figur yang dipercaya di komunitas. Grooming juga tidak mengenal gender atau status sosial tertentu.
Selain terjadi secara langsung, grooming kini marak terjadi di dunia digital. Media sosial, game online, dan aplikasi pesan menjadi ruang baru bagi pelaku untuk membangun kedekatan secara perlahan, sering kali dengan identitas palsu.
Pencegahan Dimulai dari Kewaspadaan
Mencegah grooming bukan berarti menanamkan rasa takut berlebihan, tetapi membangun komunikasi yang terbuka dan sehat. Anak perlu merasa aman untuk bercerita tanpa takut dimarahi atau disalahkan. Orang tua juga perlu berani menetapkan batas yang jelas, baik kepada orang lain maupun kepada anak.
Kesadaran bahwa grooming bisa menyasar siapa saja, termasuk orang tua, adalah langkah awal yang penting. Dengan kewaspadaan, komunikasi, dan kepercayaan yang sehat, risiko grooming dapat ditekan sejak dini.
