Dikira Bikin Gemuk, 5 Minuman Ini Ternyata Aman untuk Diet!
- Pexels/stokpic
3. Kopi dengan Pemanis Alami
Kopi sering kehilangan reputasinya sebagai minuman diet begitu pemanis ditambahkan. Padahal, tidak semua tambahan rasa harus dihindari. “Beberapa krimer kopi memang tinggi kalori kosong dari gula dan lemak jenuh,” kata Koszyk. “Namun kopi hitam tidak selalu disukai semua orang. Memilih krimer rendah gula dan lemak jenuh tetap bisa selaras dengan tujuan penurunan berat badan.”
Pemanis alami seperti monk fruit, krimer tanpa tambahan gula, atau sedikit madu dan sirup maple dapat memberikan rasa tanpa membuat kopi menjadi minuman tinggi kalori.
4. Jus Delima 100 Persen
Jus buah sering dianggap musuh diet, namun jus delima 100 persen dapat menjadi pengecualian jika digunakan dengan tepat. “Terkadang kita membutuhkan sedikit dorongan untuk meningkatkan asupan cairan,” kata Harris-Pincus. Menambahkan sedikit jus delima ke air atau soda tawar dapat membantu meningkatkan konsumsi air tanpa tambahan gula.
Konsumsi delima juga dikaitkan dengan penurunan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, serta perbaikan indikator kesehatan jantung. Kandungan polifenolnya berperan sebagai antioksidan yang membantu mengurangi peradangan.
5. Soda Rendah Kalori dan Rendah Gula
Soda diet adalah minuman yang sering memicu perdebatan. Namun, mengganti soda bergula penuh dengan soda nol kalori dapat secara signifikan mengurangi asupan kalori harian dan membantu penurunan berat badan.
Meski relatif aman jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, soda diet tidak memberikan manfaat gizi. Karena itu, pendekatan bertahap dianjurkan, mulai dari beralih ke soda diet, lalu secara perlahan menggantinya dengan air berkarbonasi yang diberi potongan buah atau herbal.
Hidrasi yang baik berperan penting dalam mengontrol rasa lapar. “Hidrasi membantu kita merasa kenyang dan dapat menurunkan tingkat rasa lapar,” kata Koszyk. Sering kali, rasa lapar sebenarnya merupakan tanda dehidrasi.
Minuman yang tepat juga mendukung kesehatan pencernaan, yang berkontribusi pada pengelolaan berat badan jangka panjang. Meski sebagian minuman mengandung kalori, hal ini tidak berarti harus dihindari sepenuhnya.
“Minuman yang tepat dapat meminimalkan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Fokuslah pada hidrasi dengan minuman yang sesuai dengan kebutuhan agar tujuan tercapai tanpa mengorbankan kenikmatan hidup,” ujar Koszyk.
