Jadi Pilihan Meghan Trainor untuk Punya Anak Ketiga, Kenapa Surrogacy Selalu Tuai Pro dan Kontra?

Meghan Trainor miliki anak ketiga lewat surrogacy
Sumber :
  • Istimewa

Di sisi lain, kritik terhadap surrogacy muncul karena dianggap sarat dengan persoalan etika dan moral. Praktik ini dinilai berpotensi mengeksploitasi perempuan, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Tubuh perempuan dan anak yang dilahirkan berisiko diperlakukan sebagai komoditas dalam sebuah transaksi.

img_title Ini Ternyata Alasan Priyanka Chopra Mau Punya Anak Lewat Ibu Pengganti Daripada Melahirkan

Surrogacy juga menuai pro dan kontra karena risiko kesehatan yang menyertainya. Anak yang lahir dari pengaturan surrogacy memiliki risiko lebih tinggi mengalami berat badan lahir rendah dan lahir mati. Sementara itu, perempuan yang mengandung embrio dari sel telur orang lain menghadapi risiko tiga kali lipat mengalami hipertensi dan preeklamsia.

Donor sel telur melaporkan berbagai dampak serius, seperti kehilangan kesuburan, pembekuan darah, penyakit ginjal, menopause dini, hingga kanker. Minimnya data jangka panjang membuat informed consent atau persetujuan berbasis informasi yang utuh juga sulit terpenuhi.

img_title Dikaruniai Anak Lewat Ibu Pengganti, Paris Hilton: Itu Selalu jadi Impian Saya

Isu lain yang kerap memicu perdebatan adalah hak anak. Banyak anak hasil surrogacy yang secara sengaja dipisahkan dari ibu yang mengandung mereka sejak saat kelahiran. Kondisi ini memunculkan apa yang dikenal sebagai “kebingungan genealogis” serta luka psikologis yang mirip dengan pengalaman anak adopsi.

Namun, perbandingan antara adopsi dan surrogacy dinilai tidak sepenuhnya tepat. Adopsi dianggap sebagai respons atas kondisi yang sudah terjadi, sementara surrogacy secara sengaja menciptakan situasi di mana anak akan dipisahkan dari ibu yang melahirkannya sejak awal.

img_title Selamat! Paris Hilton Dikaruniai Anak Pertama Lewat Ibu Pengganti

Pro dan kontra semakin menguat pada praktik surrogacy lintas negara. Industri surrogacy global diproyeksikan tumbuh hingga lebih dari US$20 miliar atau setara Rp338 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan ini menimbulkan kekhawatiran akan tumpang tindih antara pasar surrogacy internasional dan praktik perdagangan manusia.

Tanpa regulasi ketat dan perlindungan menyeluruh, surrogacy berisiko terus menjadi sumber kontroversi. Inilah sebabnya mengapa praktik ibu pengganti hingga kini masih menjadi perdebatan sengit di berbagai belahan dunia.

Penyanyi Meghan Trainor

Panen Kritik, Meghan Trainor Beberkan Alasan Anak Ketiganya Lahir Lewat Ibu Pengganti

Meghan Trainor buka suara soal keputusan menggunakan ibu pengganti untuk anak ketiganya, demi keselamatan dan kelanjutan keluarga kecilnya.

img_title
VoxPop.co.id
22 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut