Tips Cerdas Liburan di Musim Cuti Bersama, Bisa Tetap Hemat Tanpa Menguras Kantong

Ilustrasi Traveling
Sumber :
  • freepik.com/svetlanasokolova

Jakarta, VoxPop – Musim liburan panjang sering kali identik dengan lonjakan harga tiket, hotel penuh, dan pengeluaran yang tak terkontrol. Padahal, dengan perencanaan keuangan yang matang, liburan tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial.

img_title Ide Liburan Bareng Keluarga, Cara Seru Ajak Anak Mengenal Budaya Indonesia

Tahun 2026 sendiri menjadi momentum menarik karena terdapat total 25 hari libur nasional dan cuti bersama yang bisa dimanfaatkan secara strategis. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!

Menurut Lanny Hendra, Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia, kunci utama liburan cerdas terletak pada keseimbangan antara pengalaman dan kesehatan keuangan.

img_title Pertama Kali ke Luar Negeri? Ini 5 Checklist Self Care Sebelum Berangkat Liburan

“Strategi keuangan liburan yang cerdas berfokus pada prinsip menjaga likuiditas sembari memaksimalkan pengalaman,” ujar Lanny dalam keterangannya, dikutip Selasa 27 Januari 2026. 

Ia menekankan pentingnya menyelaraskan rencana liburan dengan tujuan keuangan jangka panjang agar perjalanan tidak berubah menjadi beban finansial di kemudian hari. Lanny pun membagikan sejumlah prinsip dasar agar liburan tetap hemat.

img_title Promo Spesial BRI Persiapan Liburan hingga Back to School Lebih Hemat

“Pertama, tentukan anggaran liburan tahunan sejak awal. Dengan memisahkan bujet untuk liburan besar dan liburan singkat, alokasi dana menjadi lebih terkontrol dan risiko pengeluaran berlebih bisa dihindari,” bebernya.

Kedua, pesan tiket lebih awal, terutama untuk penerbangan jarak jauh. Berdasarkan data historis Google Flights, harga tiket ke destinasi populer seperti Jepang dan Amerika Serikat bisa melonjak hingga 30–40 persen jika dipesan mendekati musim puncak.

Tips berikutnya adalah mengelola arus kas dengan bijak, misalnya memanfaatkan cicilan 0 persen atau pembayaran bertahap yang disesuaikan dengan jadwal perjalanan. Namun, dana darurat tetap harus dijaga utuh.

“Pastikan sumber pendanaan liburan tidak mengganggu alokasi rutin investasi,” kata Lanny.

Selain itu, memaksimalkan poin rewards dari kartu kredit atau miles maskapai juga dapat membantu menekan biaya tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan.

Prinsip perencanaan ini tercermin dalam penyelenggaraan HSBC ANA Travel Fair 2026 yang digelar pada 22–25 Januari 2026 di Jakarta. Pemilihan waktu di awal tahun dinilai strategis untuk mengamankan tiket ke musim favorit seperti mekarnya bunga sakura di Jepang pada Maret–April, libur sekolah di pertengahan tahun, hingga liburan akhir tahun. Ditambah lagi, nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang yang relatif kompetitif membuat periode Januari dianggap menguntungkan secara finansial.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut