Teknologi Bedah Jantung Minim Sayatan, Harapan Baru Pemulihan Lebih Cepat

Ilustrasi jantung
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Angka kejadiannya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat dan bertambahnya usia populasi. 

img_title Cukup 1 Sendok Sebelum Tidur, Minyak ini Justru Menjadi Pembersih Kolesterol dan Jaga Jantung

Pemerataan akses layanan bedah jantung di Indonesia masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga akhir 2022 hanya sembilan provinsi yang memiliki kemampuan melakukan operasi bypass jantung. Scroll lebih lanjut yuk!

Kondisi tersebut menyebabkan antrean pasien di sejumlah fasilitas kesehatan dapat mencapai 6 hingga 18 bulan. Pemerintah pun menargetkan agar pada tahun 2027 seluruh provinsi di Indonesia mampu melakukan operasi bypass jantung sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan jantung nasional.

img_title Cuaca Makin Panas, Ketahui Batas Suhu Udara yang Bisa Memicu Heatstroke

Sementara itu, dr. Arina Yuli Roswitati, MS., MARS, menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan layanan yang menyeluruh serta berkesinambungan.

“Penguatan layanan jantung tidak hanya berfokus pada tindakan operatif, tetapi juga pada deteksi dini, kesinambungan perawatan, serta edukasi pasien agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Melalui pengembangan layanan jantung di Mitra Keluarga, khususnya di Mitra Keluarga Kelapa Gading, kami berupaya menjawab kebutuhan tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung,” tutur Direktur Regional Mitra Keluarga Group, dr. Arina Yuli Roswitati, MS., MARS.

img_title Asuransi Savara BRI Life Tawarkan Proteksi Komprehensif dan Kepastian Dana Rencana Masa Depan

Untuk mengatasi masalah penyakit jantung, program unggulan MICRO™ (Minimal Invasive Cardiac Surgery with Rapid Recovery) diluncurkan. Program ini merupakan protokol bedah jantung terintegrasi yang mengombinasikan teknik sayatan minimal, pemanfaatan teknologi modern, visualisasi presisi tinggi, serta pendekatan pemulihan cepat.

“Program ini dirancang untuk meminimalkan trauma operasi, memperpendek lama rawat inap, mengurangi nyeri, mempercepat mobilisasi pasien, menurunkan risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pascaoperasi. Melalui MICRO™, pasien bypass jantung tidak lagi harus menghadapi ketakutan akan operasi besar dan masa pemulihan yang panjang seperti pada metode konvensional. Ini juga menjadi simbol evolusi layanan bedah jantung Mitra Keluarga menuju standar internasional,” jelas dr. Ronald Reagan, MM., MARS, Direktur Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Di tengah tantangan tersebut, RS Mitra Keluarga Kelapa Gading menegaskan perannya dalam menghadirkan solusi layanan jantung modern dengan menggelar acara inaugurasi atas pencapaian lebih dari 100 tindakan MICS-CABG (Minimally Invasive Coronary Artery Bypass Grafting) atau bypass jantung minimal invasif yang berhasil dilakukan dalam kurun waktu kurang dari 10 bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut